Program pelatihan bayi selama 5-6 bulan

Lanjutkan dengan program latihan bulan Maret-April dan mulailah bagian berikut ini. I. Tindakan 1, duduk sendiri Melatih anak untuk duduk bersandar, anak akan diletakkan di sofa dengan sandaran tangan, sehingga anak dapat bermain bersandar. 6 bulan ketika anak dapat mulai duduk sendiri, tetapi mungkin tidak terkoordinasi dengan baik, saat ini tidak mudah untuk duduk dalam waktu yang lama. 2, belajar merangkak Awal mulanya berbaring untuk bermain, berputar di tempat, mundur, orang tua bisa berada di depan mainan untuk menggoda, di belakang tangan di telapak kaki untuk membantu. Kedua, kemampuan untuk mengetahui 1, mencari target untuk melatih anak-anak untuk menonton tangan dan mainan mereka sendiri di atas meja, mainan bisa dari besar ke kecil, dan melatih anak-anak untuk menonton kacang polong kecil dan benda-benda kecil lainnya. 2, genggaman yang akurat sering di depan anak untuk meletakkan beberapa mainan untuk anak-anak untuk berlatih menggenggam, mainan bisa dari besar ke kecil, jarak dari dekat ke jauh. Anak-anak dapat berlatih menggenggam beberapa benda yang lebih kecil, seperti roti kukus kecil Wantzai, kacang gula kecil (harus mencegah pintu masuk tersedak), tetapi juga untuk melatih anak-anak mengeluarkan mainan dari wadah. 3, mainan menuangkan tangan untuk mengembangkan aktivitas bersama kedua tangan, orang tua terus menerus memberikan mainan kepada anak-anak, membimbing tangan mainan yang dituangkan ke tangan yang lain. Imitasi pengucapan Terus kembangkan respons anak terhadap suara, dan dorong anak untuk belajar ba-ba ma-ma, da-da, dan sebagainya. 2 . Akrab dengan isyarat bahasa Akrab dengan namanya sendiri, dapat merespons mendengar namanya sendiri; juga dapat merespons mendengar nama orang atau benda yang sudah dikenalnya, seperti mengatakan “ibu”, “nenek”, anak akan mencarinya. Individu – masyarakat 1, pengenalan orang Mulai mengenali orang, takut-takut, harus lebih banyak kontak dengan orang lain, membimbing anak untuk tersenyum pada kenalan, menyapa dengan pengucapan, beradaptasi dengan pendatang baru, mengurangi rasa takut-takut, meningkatkan jumlah orang yang dikenal. 2, biskuit yang bisa makan sendiri dapat membuat anak makan sendiri. 2 . Biskuit makan sendiri Biarkan anak belajar memegang biskuit yang lebih kecil dan mudah meleleh ke mulut. 3, bercermin untuk mengenali diri mereka sendiri, biarkan dia melihat bagian tubuh mereka sendiri, dan ucapkan namanya, seperti “ini matanya, ini hidungnya,” dan seterusnya.