Cara mengobati penyakit Parkinson pada lansia

Perawatan umum untuk penyakit Parkinson meliputi obat-obatan, pembedahan, dll. Rencana perawatan khusus harus dipilih oleh dokter sesuai dengan kondisi dan kondisi fisik pasien, dan perawatan harus distandardisasi sesuai dengan instruksi dokter. 1. Perawatan obat Lansia yang berusia kurang dari 65 tahun dapat memilih obat anti-Parkinson seperti levodopa majemuk dan agonis dopamin non-ergot jika tidak disertai dengan keterbelakangan mental, sedangkan pasien yang berusia lebih dari 65 tahun atau yang disertai dengan keterbelakangan mental lebih disukai levodopa dan sebagainya. Antikolinergik seperti skopolamin, fenazopiridin, dan proklikidin juga dapat digunakan pada pasien lansia dengan penyakit Parkinson sesuai dengan resep dokter, tetapi pasien lansia yang berusia di atas 60 tahun harus menggunakannya dengan hati-hati untuk menghindari efek samping yang serius. Bagi mereka yang mengalami gangguan kognitif, obat-obatan seperti donepezil dan lisdexamfetamine dapat digunakan. Bagi mereka yang mengalami konstipasi, obat pencahar seperti laktulosa dan senna dapat diberikan. 2. Pembedahan Untuk pasien lanjut usia yang gejalanya tidak dapat dikendalikan dengan obat-obatan atau menyebabkan efek samping yang serius, dapat diobati dengan pembedahan, seperti stimulasi listrik otak dalam. Penyakit Parkinson adalah penyakit progresif kronis, melalui pengobatan aktif dapat meringankan gejala pasien, mengontrol perkembangan penyakit dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Disarankan agar pasien dengan Parkinson dideteksi sejak dini, didiagnosis sejak dini, dan mengikuti pengobatan standar seperti yang ditentukan oleh dokter.