Konstipasi adalah salah satu gejala kehamilan yang paling umum karena tubuh mengeluarkan sejumlah besar progesteron, yang menyebabkan penurunan tonus otot dalam saluran pencernaan dan melambatnya pergerakan usus. Untuk wanita hamil dengan gejala sembelit ringan, mereka dapat menggunakan terapi makanan untuk makan lebih banyak buah dan sayuran yang kaya serat kasar, sayuran akar berdaun hijau dan sereal serta kentang, seperti kiwi, pisang, pir, anggur, bayam, rumput laut, mentimun, seledri, wortel, kaki kuda, kubis, ubi jalar, jagung, dan lain-lain, yang dapat meningkatkan gerak peristaltik otot usus dan melunakkan feses, sehingga berperan dalam gerakan pencahar dan membantu wanita hamil untuk buang air besar. Selain itu, minum air madu setiap pagi juga memiliki efek pencahar. Pada saat yang sama, wanita hamil harus menghindari terlalu banyak makan makanan berprotein tinggi dan berlemak tinggi, yang akan membuat saluran pencernaan tidak mengandung cukup serat, yang tidak kondusif untuk penurunan sereal makanan dan tinja. Singkatnya, wanita hamil yang mengalami konstipasi harus terlebih dahulu memperhatikan pengaturan pola makan, mencoba meningkatkan asupan serat makanan dan makan lebih banyak buah dan sayuran. Namun, penting untuk tidak makan terlalu banyak, karena hal ini dapat meningkatkan beban pencernaan pada lambung dan usus dan menjadi kontraproduktif. Selain itu, jangan selalu duduk atau berbaring setelah hamil, tetapi perhatikan aktivitas yang tepat, tidak hanya untuk meringankan gejala sembelit, tetapi juga untuk memfasilitasi kelancaran persalinan.