Penyebab pembesaran labia minora dapat dibagi menjadi faktor fisiologis dan patologis; faktor fisiologis mengacu pada masalah perkembangan bawaan, sedangkan faktor patologis meliputi stimulasi oleh gesekan, trauma, infeksi, dan gigitan nyamuk, dan metode pengobatan harus dipilih sesuai dengan situasi tertentu. 1. Faktor fisiologis: tingkat estrogen meningkat selama masa puberitas wanita, merangsang perkembangan normal labia minora, tetapi hasil perkembangannya bervariasi dari orang ke orang. Lebar normal labia minora adalah sekitar 2 cm, tetapi beberapa wanita dapat mengalami pembesaran labia minora, bahkan melebihi labia mayora, yang tidak perlu diobati jika tidak ada gejala yang tidak nyaman. Namun, labia minora yang terlalu membesar dapat menyebabkan berbagai masalah, seperti gesekan saat berjalan yang menyakitkan, gangguan hubungan seksual, dan radang vagina berulang, yang memerlukan koreksi bedah. 2. Faktor patologis: sering melakukan hubungan seksual, masturbasi, dan rangsangan seperti mengenakan pakaian dalam yang tidak sesuai dan gesekan saat berjalan dapat menyebabkan kemerahan, bengkak, dan nyeri pada labia minora secara terus menerus, yang pada gilirannya dapat menyebabkan hiperplasia dan pembesaran, sehingga membutuhkan perbaikan gaya hidup, penggantian pakaian dan perlengkapan yang sesuai, dll. Secara umum, tidak perlu dilakukan perawatan. Tidak memerlukan perawatan khusus, tetapi jika labia minora yang membesar tidak kunjung mereda dan memengaruhi kehidupan Anda, maka diperlukan pembedahan. Vaginitis, vulvovaginitis, dan uretritis menyebabkan kemerahan, bengkak, dan nyeri pada labia minora, bersama dengan gejala lain seperti demam, keputihan yang tidak normal, bau, gatal-gatal pada vulva, nyeri saat buang air kecil, dsb. Antibiotik diperlukan untuk mengobati peradangan awal. Jika hipertrofi permanen pada labia minora dapat terjadi akibat iritasi inflamasi yang berkepanjangan, maka diperlukan pembedahan. Penting untuk diperhatikan bahwa jika operasi pembesaran labia minora dilakukan, istirahat dalam posisi datar dapat dilakukan setelah operasi untuk mengurangi pembengkakan dan rasa sakit pasca operasi.