Obat tetes mata adalah cairan topikal steril untuk pemakaian langsung pada mata. Obat tetes mata adalah larutan steril yang diperoleh dengan melarutkan obat dan bahan tambahan dalam air, menyaring dan mensterilkannya. Mata sangat sensitif dan peka, terutama saat menderita penyakit mata dan lebih peka terhadap rangsangan dari luar. Oleh karena itu, obat tetes mata harus stabil, steril, bebas dari benda asing, serta tidak menimbulkan rasa sakit dan tidak menyebabkan iritasi saat digunakan. Persyaratan kualitas obat tetes mata memang sangat ketat, tetapi jika tidak digunakan dengan benar, tidak hanya gagal mencapai hasil terapi, tetapi juga dapat menimbulkan reaksi yang merugikan. Cara yang benar untuk menggunakan obat tetes mata. 1. Anda harus memeriksa apakah nama obat yang digunakan sudah benar sebelum menggunakannya, agar tidak salah memesan obat. 2. Cuci tangan Anda sebelum mengoleskan obat tetes, baik dalam posisi terlentang atau duduk dengan kepala sedikit miring ke belakang, tarik perlahan kelopak mata bagian bawah ke dalam kantung dengan tangan kiri, lalu angkat perlahan kelopak mata bagian bawah untuk menutupi mata setelah mengoleskan 1 tetes ke dalam kantung dengan tangan kanan, agar obat tetes memenuhi seluruh kantung konjungtiva. Tutup mata setidaknya selama 1 hingga 2 menit setelah tetes dioleskan. 3. Jangan meletakkan tetes mata langsung pada kornea, dan jangan menutup mata secara paksa setelah meletakkan tetes mata untuk mencegah tumpahnya larutan. 4. Cukup 1 tetes obat tetes mata setiap kali, jangan terlalu banyak, jika tidak, larutan akan tumpah. Beberapa obat tetes mata berbentuk suspensi (misalnya tetes kortison) dan harus dikocok terlebih dahulu sebelum digunakan agar tidak memengaruhi khasiatnya. 6. Jika beberapa tetes mata akan digunakan, harus ada jeda waktu (sekitar 15 menit) antara dua jenis tetes sebelum dan sesudahnya, jika tidak, kemanjuran tetes mata akan terpengaruh dan bahkan reaksi yang merugikan akan terjadi. 7. Beberapa obat tetes mata harus ditangani dengan hati-hati saat digunakan (misalnya atropin, pilokarpin, dll. memiliki tingkat toksisitas tertentu), dan obat tetes mata harus dihindari mengalir ke kantung air mata dan rongga hidung melalui saluran air mata, yang dapat diserap dan menyebabkan keracunan. 8. Jangan biarkan anak-anak menggunakan obat tetes mata sendiri. Obat tetes mata harus diberikan kepada anak-anak oleh orang dewasa untuk menghindari efek samping.