Mata berair adalah masalah yang umum terjadi pada banyak orang dan dapat terjadi pada semua usia. Ada banyak penyebab mata berair, seperti patologi mata, iritasi lingkungan eksternal, dan kebiasaan mata. Penyebab paling umum dari mata berair adalah peradangan pada mata, seperti konjungtivitis, keratitis, iridosiklitis, benda asing kornea, benda asing konjungtiva, batu konjungtiva, skleritis, dan sebagainya. Iritasi lingkungan eksternal juga dapat menyebabkan robekan pada mata, seperti kasus umum robekan akibat angin, yang disebabkan oleh sensitivitas mata terhadap lingkungan dan pasir di sekitarnya, yang mengakibatkan iritasi dan refleks merobek. Robekan juga dapat terjadi pada orang yang sering begadang, banyak merokok dan minum, serta menggunakan mata secara berlebihan. Ada juga kondisi fisiologis yang dapat menyebabkan robekan pada mata, yaitu robekan refleks ketika terjadi gejolak emosi yang hebat, kebahagiaan yang berlebihan, atau kesedihan yang berlebihan. Lesi traumatik pada mata dan benda asing yang masuk ke dalam mata juga dapat menyebabkan robekan pada mata. Kesimpulannya, ada banyak penyebab robekan pada mata, tetapi apa pun penyebab robekan tersebut, pada akhirnya akan bekerja pada sistem saluran air mata sehingga menyebabkan iritasi atau refleks merobek. Dianjurkan untuk mengunjungi dokter mata agar saluran air mata dibilas. Jika saluran air mata tidak berfungsi dan terdapat lendir atau cairan kuning bernanah yang keluar, ada kemungkinan terdapat dakriosistitis kronis dan perlu diobati.