Sindrom Down, juga dikenal sebagai trisomi 21, adalah kelainan bawaan yang disebabkan oleh kromosom 21 ekstra. Menurut Asosiasi Eugenika Tiongkok, rata-rata, satu anak dengan sindrom Down lahir setiap 20 menit, dan sekitar 800.000 hingga 1,2 juta “bayi Down” lahir setiap tahun. Penderita sindrom Down memiliki ciri-ciri wajah yang khas, seperti sudut mata bagian luar yang terbalik, lidah yang sering menjulur ke luar, dan tangan yang melewati tangan. Sebagian besar pasien mengalami cacat mental yang parah dan memiliki kelainan organ ganda, seperti penyakit jantung bawaan, leukemia, kelainan saluran pencernaan, dan sebagainya. Kelahiran seorang anak dengan sindrom Down membawa beban ekonomi dan psikologis yang berat bagi keluarga dan masyarakat, dan tidak ada rencana perawatan yang efektif untuk anak-anak yang lahir. Saat ini, satu-satunya tindakan yang efektif dan layak dilakukan adalah skrining prenatal untuk sindrom Down.