Lesi dapat bersifat keratotik sebagai salah satu gejala utama keratosis aktinik, proses pembentukan keratin di stratum korneum disebut keratinisasi yang merupakan proses konversi dari protein seluler menjadi keratin dengan sifat fisikokimiawi yang sangat berbeda. Proses keratinisasi meliputi degenerasi protofibrilar dari sitoplasma dan kerusakan serta hilangnya sitoplasma dan nukleus. Diagnosis banding penyakit ini adalah: 1, keratosis seboroik: permukaan sisik berminyak, permukaan mandarin lunak halus tanpa kutikula keras, histologi patologis dapat dilihat di dalam kista epidermis epidermis. 2 . Lupus eritematosus diskoid: terdapat pori-pori folikel yang melebar dan keratosis folikel, serta terjadi atrofi, lesi terjadi pada wajah terutama di pipi dan hidung, distribusi berbentuk kupu-kupu. 3 . Nevus ganas seperti bintik-bintik nevus: terjadi di bagian yang terbuka, untuk bintik-bintik pigmen, tidak lebih tinggi dari permukaan kulit secara bertahap dapat meluas, diameternya bisa mencapai beberapa sentimeter, untuk jangka waktu lama coklat atau hitam sekitar 1/3 kerusakan dapat berkembang menjadi melanoma ganas. 4 . Lain-lain: perhatian harus diberikan untuk membedakannya dari nevus epidermal linier dan karsinoma sel skuamosa.