Influenza A dapat dibedakan dari Influenza B berdasarkan patogen, epidemiologi, tingkat gejala dan prognosis. 1. Patogen: Influenza A disebabkan oleh virus influenza A (H1N1), sedangkan influenza B disebabkan oleh virus influenza B, yang dapat diidentifikasi melalui pemeriksaan laboratorium seperti deteksi antigen virus serta isolasi dan kultur virus. 2. Epidemiologi: Influenza A memiliki masa inkubasi sekitar 1-7 hari dan menular mulai dari 1 hari sebelum hingga 5-7 hari setelah timbulnya penyakit. Influenza B memiliki masa inkubasi sekitar 4 hari dan menular dari 1 hingga 7 hari setelah infeksi. Selain itu, influenza A merupakan wabah pendarahan yang meluas, dan virus ini rentan terhadap mutasi. Namun, Influenza B adalah epidemi yang terbatas dan tidak terlalu parah. 3. Tingkat gejala: keduanya akan muncul demam, menggigil, nyeri otot dan gejala lainnya. Namun, karena influenza A lebih menular, gejalanya lebih parah daripada influenza B. 4. Prognosis: Meskipun prognosis untuk keduanya baik setelah pengobatan yang tepat waktu dan standar, Influenza B pada kasus yang lebih ringan sering sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan. Secara keseluruhan, apakah itu influenza tipe A atau tipe B, pasien harus pergi ke rumah sakit, bekerja sama dengan diagnosis dokter dan rencana perawatan, untuk menghindari penundaan penyakit.