Penyakit seliaka adalah lesi jinak pada serviks. Istilah erosi serviks sudah tidak ada lagi dalam praktik klinis dan telah digantikan oleh epitel kolumnar serviks ektopik. Tidak perlu terlalu khawatir ketika erosi serviks terdeteksi, karena beberapa erosi serviks dapat merupakan manifestasi fisiologis yang normal. Namun demikian, skrining pra-kanker serviks diperlukan untuk menentukan keberadaan dan sifat lesi serviks. Jika hasil tes skrining pra-kanker normal, penanganan erosi serviks derajat dua tergantung pada gejala klinis pasien. Jika pasien memiliki gejala klinis. seperti peningkatan keputihan dan keputihan abnormal, maka supositoria antiinflamasi vagina topikal dapat menjadi pilihan untuk menghilangkan peradangan serviks vagina dan dengan demikian memperbaiki kondisi erosi serviks. Jika pasien memiliki gejala seperti perdarahan vagina dalam jumlah kecil yang tidak teratur atau perdarahan selama hubungan seksual, maka metode perawatan fisik seperti pembekuan serviks dan perawatan laser dapat menjadi pilihan. Secara umum, fisioterapi untuk erosi serviks dapat dilakukan pada pasien rawat jalan bedah OB/GYN. Prosedur ini juga merupakan prosedur yang lebih sederhana, dengan waktu operasi yang lebih singkat dan operasi yang tidak terlalu berisiko. Oleh karena itu, jika terjadi erosi serviks, penting untuk meningkatkan skrining pra-serviks terlebih dahulu dan menunggu hingga hasil skrining kanker serviks jelas sebelum memilih pengobatan untuk erosi serviks.