Polip serviks, sebagai penyakit kebidanan dan kandungan yang umum, telah meresahkan banyak pasien. Polip serviks menimbulkan serangkaian gejala klinis yang mempengaruhi kualitas hidup dan kesehatan pasien. Polip serviks dapat dipahami sampai batas tertentu sebagai proliferasi jaringan yang disebabkan oleh peradangan kronis pada serviks, yang dapat dimanifestasikan sebagai dribbling vagina yang tidak teratur. Setelah mengalami perdarahan vagina kronis dalam jangka waktu lama, beberapa pasien dapat mengalami anemia sekunder dan radang vulva vagina. Pada saat yang sama, perdarahan vagina yang tidak teratur yang disebabkan oleh polip serviks perlu dibedakan dari kanker endometrium dan kanker serviks. Dalam praktik klinis, diagnosis kanker sering tertunda karena polip serviks. Polip serviks dapat bertambah besar seiring dengan perkembangan penyakit, dan polip serviks yang membesar dapat dikaitkan dengan gejala klinis, seperti infertilitas, keputihan, ketidaknyamanan seksual, dll. Selain itu, pada kasus yang sangat jarang terjadi, polip serviks dapat dikaitkan dengan perdarahan vagina. Selain itu, polip serviks dapat menjadi kanker pada kasus yang jarang terjadi, dan jika menjadi kanker, hal ini akan mempengaruhi prognosis dan waktu bertahan hidup pasien. Oleh karena itu, bahaya polip serviks bagi pasien tidak boleh diabaikan. Disarankan agar polip serviks ditangani dengan diagnosis dini dan pengobatan dini, untuk menghindari serangkaian komplikasi yang disebabkan oleh keterlambatan kondisi tersebut.