Sebagian besar chloasma tidak memudar dengan sendirinya, tetapi sebagian kecil chloasma dapat memudar, misalnya, chloasma yang muncul selama kehamilan mungkin secara bertahap memudar dengan sendirinya enam bulan atau lebih setelah melahirkan. Penyebab melasma tidak diketahui dan mungkin terkait dengan genetika, endokrinologi, dan obat-obatan seperti natrium fenitoin dan kontrasepsi oral. Selain itu, penyakit hati, paparan sinar matahari dan kosmetik berkualitas buruk dapat memicu penyakit ini. Karena berbagai faktor internal dan eksternal terlibat dalam terjadinya dan perkembangan melasma, sulit bagi melasma untuk memudar dengan sendirinya ketika penyebab atau pemicunya tetap ada. Pasien biasanya tidak disarankan untuk menunggu melasma memudar dengan sendirinya, tetapi dapat diobati dengan obat-obatan, seperti depigmentant topikal untuk mengurangi pigmentasi atau asam buah topikal untuk mempercepat pembaruan epidermis, seperti yang diresepkan oleh dokter. Obat oral, seperti vitamin C dan vitamin E, juga dapat digunakan untuk memerangi peroksidasi lipid dan menghambat sintesis melanin. Untuk kasus melasma yang lebih berat, pengobatan melasma dapat dilakukan dengan laser picosecond dan ultra-picosecond. Selain itu, pasien perlu memperhatikan hidrasi dan perlindungan terhadap sinar matahari setiap hari, karena kulit kering cenderung memperburuk pigmentasi akibat sinar UV.