Analisis retrospektif terhadap penanganan perioperatif bayi berat lahir rendah dengan malformasi bedah selama periode 10 tahun dilakukan untuk memberikan informasi untuk lebih meningkatkan tingkat kesembuhan bayi berat lahir rendah dengan malformasi bedah. Metode Selama periode Januari 1996 hingga Agustus 2006 di Rumah Sakit? Pusat Bedah Anak menerima total 104 kasus bayi dengan berat badan rendah yang mengalami malformasi pembedahan, 69 laki-laki dan 35 perempuan, dengan berat badan lahir rata-rata (2244±261) g (1.040-2490 g) dan usia kehamilan rata-rata 36+1 minggu. Mereka dibagi menjadi total 34 kasus sebelum tahun 2000 (kelompok A) dan 70 kasus setelah tahun 2001 (kelompok B). Tingkat kesembuhan secara keseluruhan adalah 67,3%. 41 anak diberi ventilasi mekanis dengan durasi rata-rata 6,2 d. 45 anak diberi nutrisi parenteral total (TPN) dengan durasi rata-rata 9,5 d. Tingkat kesembuhan kelompok A adalah 58,8%. 12 anak diberi ventilasi mekanis dengan durasi rata-rata 3,2 d. 7 anak diberi nutrisi parenteral total (TPN) dengan durasi rata-rata 9,5 d. Tingkat kesembuhan kelompok A adalah 58,8%. Tingkat kesembuhan pada kelompok B adalah 71,4%, 29 anak berventilasi mekanis, durasi rata-rata ventilasi mekanis adalah 8,4 d; 38 anak berventilasi mekanis, durasi rata-rata aplikasi TPN adalah 19,4 d. Membandingkan morbiditas, tingkat kesembuhan, dan manajemen dasar periode perioperatif pada kedua kelompok, tingkat kesembuhan, penggunaan ventilasi mekanis dan TPN, dan durasi rata-rata aplikasi TPN pada kedua kelompok semuanya lebih tinggi. Terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara kedua kelompok dalam hal tingkat kesembuhan, tingkat penggunaan ventilasi mekanis dan TPN, waktu rata-rata ventilasi mekanis dan waktu rata-rata aplikasi TPN (P < 0,05). Kesimpulan Penerapan manajemen pernapasan yang rasional, terstandardisasi, dan efektif serta dukungan nutrisi pada periode perioperatif dapat meningkatkan tingkat kesembuhan malformasi pada bayi berat lahir rendah.