Semua operasi memiliki kemungkinan pembentukan bekas luka, yang terutama disebabkan oleh fakta bahwa trauma bedah sering mencapai jauh ke dalam dermis, dan proses perbaikannya melalui agregasi berbagai sel di jaringan dermal, proliferasi dan pengencangan luka, yang akhirnya mengarah pada pembentukan bekas luka. Langkah-langkah spesifiknya adalah sebagai berikut: 1. Lakukan perawatan yang tepat pada area bedah sesuai dengan saran medis. Menjaga area bedah tetap bersih, penggunaan perban yang wajar, penggunaan awal tambalan bekas luka, dan penggunaan pembersihan lokal yang diperlukan akan membantu pemulihan luka dan menghindari pembentukan bekas luka. Diet dan obat-obatan yang mempengaruhi penyerapan nutrisi seluler, pemanfaatan, koagulasi dan penyembuhan luka dapat menyebabkan penyembuhan bekas luka yang buruk. Oleh karena itu seseorang harus menghindari alkohol dan merokok sebelum, selama dan setelah operasi, dan berhenti menggunakan obat-obatan yang dapat mempengaruhi koagulasi, yang semuanya akan membantu meminimalkan jaringan parut dan mencapai penyembuhan yang sempurna.
3. Hindari sinar matahari. Paparan sinar matahari yang intens akan meningkatkan terjadinya jaringan parut pada luka, sehingga diperlukan perlindungan terhadap sinar matahari selama beraktivitas di luar ruangan akan membantu penyembuhan luka. Penggunaan obat penghambat bekas luka pada waktu yang tepat akan membantu mengontrol terjadinya dan pembentukan bekas luka lebih awal; pijatan dengan intensitas yang tepat juga akan membantu meredakan ketegangan area bedah dan melembutkan jaringan parut lokal.