Nistagmus adalah gerakan mata berirama yang tidak disengaja, yang disebut sebagai nistagmus. Nistagmus bisa disebabkan oleh lesi perifer pada sistem vestibular, lesi sentral dan penyakit mata tertentu. 2. Nistagmus dapat diamati dari segi arah, frekuensi, intensitas, amplitudo, latensi dan durasi nistagmus. Arah nistagmus dapat diklasifikasikan sebagai horizontal, vertikal, rotasi dan diagonal. Fase lambat nistagmus adalah gerakan mata yang lambat ke arah tertentu yang disebabkan oleh stimulasi vestibular, sedangkan fase cepat adalah gerakan mata yang kembali dengan cepat yang dikoreksi secara terpusat, dengan fase lambat ke arah sisi vestibulum yang kurang bergairah dan fase cepat ke arah sisi vestibulum yang lebih bergairah. Arah fase cepat biasanya diambil sebagai arah nistagmus. Intensitas nistagmus dapat dibagi menjadi 3 derajat: I° nistagmus hanya ada ketika menatap ke arah fase cepat, II° nistagmus ada ketika menatap ke arah fase cepat dan ke depan, dan III° nistagmus ada ketika menatap ke depan dan ke arah fase cepat dan lambat. Nistagmus vestibular dicirikan oleh: 1) irama, dengan fase cepat yang mengarah ke sisi yang terkena pada tahap awal penyakit dan ke arah sisi yang sehat pada tahap selanjutnya; 2) umumnya frekuensi sedang dan amplitudo kecil, dengan intensitas I-II derajat; 3) sebagian besar campuran nistagmus horisontal dan rotasi, tetapi kadang-kadang nistagmus horisontal atau rotasi murni, tetapi tidak ada nistagmus vertikal atau diagonal; 4) berdurasi singkat, sering disertai vertigo, tinnitus dan ketulian.