Seberapa sulitkah tes fungsi vestibular?

Tes fungsi vestibular umumnya dapat dirasakan dengan baik, beberapa tes dapat menyebabkan sedikit ketidaknyamanan pada subjek, dan kerja sama dengan dokter dalam melakukan gerakan dan manuver yang tepat sangat dianjurkan. Tes yang umum dilakukan meliputi tes fungsi keseimbangan sistem refleks vestibulospinal dan tes respons nistagmus pada lengkung refleks okulomotor vestibular, serta pemeriksaan organ otolit dan jalur sarafnya. Karena ada lebih banyak item tes, tetapi tidak semuanya harus diuji, tes yang umum dilakukan adalah sebagai berikut: I. Tes Fungsi Keseimbangan: Tes ini berisi item-item yang sederhana dan cepat, tanpa rasa tidak nyaman, dan Anda dapat pergi setelah menyelesaikan tes. 1, metode pemeriksaan tegak mata tertutup: pasien berdiri dengan mata tertutup, kaki menyatu, amati apakah ada tip; 2, di atas tes jari: mata terbuka, mata tertutup dalam dua kasus, dengan jari menyentuh jari dokter; 3, tes berjalan: berjalan dengan mata tertutup, amati gaya berjalan; 4, tes fistula: otoskop timpani yang ditempelkan pada saluran pendengaran eksternal secara bergantian menambah dan mengurangi tekanan, untuk mengamati gerakan mata; 5, metode penelusuran postur tubuh: dapat diperoleh fungsi keseimbangan yang lebih obyektif dan akurat Hasil pemeriksaan. Tes nistagmus: 1. Pemeriksaan umum: sesuai dengan arah pandangan yang berbeda, ketika kepala mengubah posisinya atau posisi tubuh berubah, amati apakah bola mata memiliki gerakan ritmis yang tidak teratur, dan subjek tidak memiliki reaksi yang merugikan; 2. Metode penelusuran elektrookulogram nistagmus: dengan menyuntikkan air atau udara dengan suhu yang berbeda ke dalam saluran pendengaran eksternal, sehingga menginduksi reaksi vestibular. Pemeriksaan ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan karena penyuntikan air ke dalam liang telinga yang terputus-putus dan suhu air yang berbeda-beda, dan pasien harus beristirahat sejenak sebelum pulang setelah pemeriksaan. Pemeriksaan organ otolitik dan jalur sarafnya: Satu elektroda ditempatkan pada otot sternokleidomastoid untuk merekam potensi untuk menilai fungsi balon dan saraf vestibularis inferior. Lembar elektroda lainnya ditempatkan pada otot ekstraokular yang berkontraksi di bawah mata untuk merekam potensi untuk menilai bursa elips dan fungsi saraf vestibular superior. Tes ini mengharuskan pasien berbaring datar, dan bantalan elektroda mungkin akan terasa sedikit dingin di kulit, tetapi tidak ada sensasi arus listrik yang akan dirasakan dan tidak perlu terlalu khawatir.