Anak-anak di bawah usia 2 tahun memiliki fungsi pencernaan yang buruk dan daya tahan tubuh yang rendah terhadap infeksi eksternal, sehingga rentan terhadap gastroenteritis akut. Penyebab umum gastroenteritis akut biasanya adalah infeksi virus atau bakteri, disfungsi saluran cerna, penurunan fungsi pencernaan dan kerusakan mukosa saluran cerna lainnya, yang umumnya dimanifestasikan dengan mual, muntah, sakit perut, diare, demam, dan gejala lainnya. Pengobatan 1. Pengobatan simtomatik: jika disebabkan oleh gangguan pencernaan, atur pola makan dan konsumsi tablet laktase dan ragi; jika disebabkan oleh infeksi bakteri, pilih pengobatan antibiotik yang sensitif, seperti obat sefalosporin atau penisilin secara oral atau intravena Jika anak kehilangan terlalu banyak air akibat muntah atau diare, tambahkan kembali air dan elektrolit. Penggunaan obat-obatan ini harus di bawah bimbingan dokter. Makanan anak harus ringan dan mudah dicerna, seperti bubur millet, mie, atau susu bubuk bebas laktosa; mengatur pola makan anak secara wajar dan menghindari makan makanan yang tidak bersih; perhatikan perubahan iklim dan hindari masuk angin untuk mencegah infeksi.