Apa saja tahapan perkembangan bahasa pada anak-anak?

Perkembangan bahasa membutuhkan kehadiran organ perkembangan normal, pusat pendengaran dan bahasa di otak. Bahasa adalah proses mental untuk mengekspresikan pikiran dan gagasan. Kata-kata, suara, sinyal visual, postur tubuh, dan gerak tubuh adalah bagian dari bahasa. Bahasa berkembang melalui tiga tahap: artikulasi, pemahaman, dan ekspresi. Tangisan pertama bayi yang baru lahir adalah vokalisasi paling awal. Pada usia 2 bulan, beberapa bunyi vokal belakang yang mirip seperti a, o, u, dan e mulai diproduksi, diikuti oleh konsonan n, k, p, dan m. Sekitar usia 5 bulan, bayi memasuki tahap menyalak, menghasilkan beberapa suku kata berulang yang mirip dengan yang digunakan dalam ucapan orang dewasa. Pada usia 10 hari, bayi yang baru lahir dapat membedakan antara suara ucapan dan suara lainnya. Pada usia 8 atau 9 bulan, frekuensi menyalak mencapai puncaknya dan bayi mulai menirukan ucapan orang dewasa dengan menghasilkan empat suara. Mereka menunjukkan bahwa mereka dapat memahami beberapa kata orang dewasa dan merespons sesuai dengan itu, yaitu membentuk refleks terkondisi kata-tindakan pertama. Misalnya, jika ibu mengatakan tepuk tangan, ia akan bertepuk tangan, dll. Pada usia sekitar 11 bulan, bayi berada dalam periode pembentukan pengkondisian kata-tindakan yang cepat, dan mulai dapat melepaskan diri dari situasi majemuk, yaitu ia dapat menggunakan kata-kata sebagai sinyal dan memperoleh respons yang sesuai untuk memahami arti kata tertentu. Pada masa ini, menguap akan berkurang. Antara usia 1 dan 1,5 tahun, kemampuan anak untuk memahami bahasa orang dewasa berkembang dengan cepat. Misalnya, jika orang dewasa bertanya, “Di mana anjingnya?” Bayi dan balita sekitar usia 1 tahun dapat mengucapkan kata-kata yang bermakna atau kalimat pendek yang terdiri dari tiga atau empat kata untuk mengekspresikan keinginan, pikiran, dan interaksi mereka dengan orang lain. Sekitar usia 2 tahun, mereka dapat mengucapkan frasa dua kata atau tiga kata. Makna semantiknya lebih jelas daripada kalimat kata, tetapi strukturnya belum lengkap; usia 3 tahun adalah periode kritis untuk mengekspresikan bahasa, dengan kosakata sekitar 1.000 kata. Pada usia 5 tahun, mereka telah memiliki kosakata sebanyak 2.200 hingga 3.000 kata.