Rasa kenyang lebih awal” mengacu pada perasaan “kenyang” ketika jumlah makanan yang dimakan lebih sedikit daripada jumlah makanan normal yang dimakan, yang mengindikasikan adanya masalah pada lambung, atau lebih spesifik lagi, masalah pada “daya lambung”! Ketika kemampuan lambung proksimal untuk menahan dan menyimpan makanan menurun dan tidak terbuka dengan baik setelah makan, pasien akan mengalami rasa kenyang, yang sering kali disertai dengan sendawa, kembung, bahkan mual dan muntah. Penyebab utamanya adalah melambatnya pengosongan lambung, yang menyebabkan berbagai gejala gangguan pencernaan yang kita sebut ‘dispepsia fungsional’. Perlambatan pengosongan lambung dapat menyebabkan retensi makanan yang berkepanjangan di dalam perut dan peningkatan sekresi asam lambung, yang pada gilirannya menyebabkan kerusakan pada selaput lendir dan, pada akhirnya, gastritis. Gastritis dapat memperlambat motilitas lambung, sehingga menciptakan lingkaran setan. Penyebab: 1. Gangguan motilitas saluran cerna seperti gastritis akut dan kronis serta prolaps lambung menyebabkan distensi abdomen akibat berkurangnya motilitas lambung. 2, peningkatan produksi gas di saluran pencernaan, seperti pencernaan yang buruk yang disebabkan oleh pola makan yang tidak tepat, ketidakseimbangan flora usus, fermentasi abnormal yang disebabkan oleh perut kembung. 3 . Penyakit seperti hati, kandung empedu dan pankreas Penyakit seperti hati, kandung empedu dan pankreas juga dapat menyebabkan kembung karena disfungsi pencernaan, seperti hepatitis akut dan kronis, sirosis hati dan kolesistitis. 4. Distensi abdomen fungsional Mungkin terdapat gejala gangguan pencernaan seperti kembung, cepat kenyang, ketidaknyamanan perut, sendawa dan mual, tetapi tidak ada bukti lesi organik pada pemeriksaan. Insidennya tinggi dan sebagian besar terkait dengan gangguan motilitas saluran cerna, disfungsi kolon, infeksi Helicobacter pylori, kebiasaan sembelit, atau faktor mental.