Hipofosfatemia adalah gangguan metabolisme fosfor yang disebabkan oleh konsentrasi fosfat yang lebih rendah dari normal dalam sirkulasi darah. Juga dikenal sebagai hipofosfatemia. Manifestasinya meliputi hemolisis, kelesuan, kelemahan, dan kejang-kejang. Penyebabnya antara lain puasa, penggunaan aluminium hidroksida, magnesium hidroksida atau aluminium karbonat dalam jangka waktu lama, glikolisis dan alkalosis, hipertiroidisme, defisiensi vitamin D, kelainan tubulus ginjal tertentu (misalnya sindrom Fanconi), alkoholisme dan rakhitis anti vitamin D (hipofosfatemia familial). Pengobatannya dapat berupa rehidrasi intravena dan suplementasi fosfat, sambil menargetkan penyebab kondisi tersebut. Jadi, apa yang harus kita perhatikan untuk perawatan diet hipofosfatemia? Diet tinggi fosfor, makan lebih banyak makanan yang mengandung fosfor tinggi. Makanan tinggi fosfor: 1, produk susu: susu, yoghurt, keju, yoghurt, susu fermentasi. 2, kacang-kacangan kering: kacang merah, kacang hijau, kacang hitam. 3, biji-bijian: biji teratai, jelai, beras merah, produk gandum, bibit gandum. 4, jeroan: hati babi, jantung babi, rempela ayam. 5, kacang-kacangan: kacang almond, pistachio, kacang mete, kenari, kacang tanah, biji melon, kastanye, biji wijen. 6, lainnya: gula kesehatan, bubuk ragi, minuman berkarbonasi, cokelat, kakao, kuning telur, telur ikan, abon daging.