Baru-baru ini, laporan tentang reaksi merugikan terhadap vaksinasi hepatitis B pada bayi yang baru lahir telah menarik perhatian publik secara luas, dan banyak orang mempertanyakan rasionalitas pemberian vaksin dalam waktu 24 jam. Penularan dari ibu ke anak merupakan cara penting terjadinya infeksi virus hepatitis B, dan semakin dini infeksi terjadi, semakin tinggi pula tingkat kejadiannya. Pada kasus ibu dengan hasil tes HIV positif ganda, hanya 4 persen bayi baru lahir yang menerima vaksin hepatitis B dalam waktu 24 jam tidak dapat memblokir virus. Jika vaksinasi ditunda lebih dari 24 jam, kemungkinan tidak dapat menangkal virus meningkat menjadi 20 persen, yang berarti lima kali lipat risikonya. Telah terbukti bahwa semakin muda usia infeksi virus hepatitis B, semakin tinggi kemungkinan kronisitas dan semakin sulit untuk membersihkan virus. Untuk ibu yang positif HBV-DNA, penting untuk selalu memberikan imunoglobulin Hepatitis B dan vaksin Hepatitis B kepada anak-anak mereka sesuai kebutuhan agar bayi mereka terbebas dari infeksi.