Seperti namanya, congenital squint adalah kelainan bentuk bawaan di mana leher miring ke satu sisi. Penyebab penyakit ini masih belum begitu jelas, tetapi saya percaya bahwa dengan kemajuan pengobatan medis dan perkembangan ilmiah yang terus menerus, penyakit ini pada akhirnya akan ditaklukkan oleh dunia kedokteran. Mata juling kongenital adalah kelainan bentuk di mana leher miring ke satu sisi tepat setelah lahir, di mana kelainan bentuk disebabkan oleh lesi otot yang disebut mata juling miogenik dan kelainan bentuk disebabkan oleh perkembangan kerangka yang disebut mata juling osteogenik. Penyebab sebenarnya dari leher miring kongenital masih belum diketahui. Manifestasi klinis meliputi massa leher, leher miring, asimetri wajah dan komplikasi lainnya. Perawatan ini dibagi menjadi perawatan non-bedah dan bedah. 1. Massa serviks pertama kali dideteksi oleh ibu atau bidan dan biasanya teraba setelah lahir, terletak di otot sternokleidomastoid, panjang 2 sampai 4 cm dan lebar 1 sampai 2 cm, dengan tekstur keras dan tidak ada nyeri tekan. 2. Leher miring Kepala anak dimiringkan ke arah sisi benjolan (sisi yang terkena) dan dapat dideteksi oleh ibu setelah lahir. Hal ini menjadi lebih jelas setelah usia enam bulan dan memburuk saat anak berkembang. 3. Asimetri wajah Umumnya setelah usia 2 tahun, fitur wajah menjadi asimetris, terutama bermanifestasi sebagai berikut: (1) Sisi mata yang terpengaruh turun karena kontraktur otot sternokleidomastoid, mengakibatkan posisi mata pasien bergeser ke bawah dari posisi horizontal aslinya, sementara sisi mata yang sehat naik. (2) Rotasi rahang ke sisi yang sehat, juga akibat kontraksi otot sternokleidomastoid, yang mengakibatkan pergeseran ke depan mastoid yang terkena dan rotasi seluruh rahang (dagu) ke sisi yang berlawanan. (3) Deformasi wajah bilateral disebabkan oleh rotasi kepala, sehingga menghasilkan ukuran wajah yang berbeda pada kedua sisi, dengan sisi yang sehat menjadi montok dan bulat dan sisi yang terkena menjadi sempit dan datar. (4) Jarak antara sudut luar mata dan sudut mulut diukur, dan jarak antara sudut luar mata dan sudut mulut pada sisi yang sama menjadi lebih pendek, dan menjadi semakin jelas seiring dengan bertambahnya usia. Oleh karena itu, pengobatan harus dilakukan sebelum usia sekolah, dan tidak lebih dari 12 tahun. 4. Lainnya (1) Deformitas terkait dapat diperiksa untuk dislokasi pinggul, deformitas vertebra servikal, dll. (2) Gangguan penglihatan disebabkan oleh fakta bahwa mata tidak berada pada tingkat yang sama karena leher yang menyipit, yang dapat dengan mudah menghasilkan kelelahan visual dan memengaruhi penglihatan. (3) Skoliosis servikal terutama disebabkan oleh kepala dan leher yang berputar ke sisi yang sehat, sehingga menyebabkan skoliosis kompensasi ke sisi yang sehat. Penyakit ini menyebabkan cacat fisik dan ketidaksehatan psikologis pada anak-anak sejak lahir. Kita harus memberi mereka lebih banyak perhatian, tidak hanya dalam hal bantuan materi, tetapi juga dalam hal dorongan spiritual dan psikologis, sehingga kehidupan mereka tidak akan terpengaruh oleh tubuh mereka dan mereka dapat memiliki masa depan yang cerah.