Di area mana pasien dengan gangguan menelan berlatih untuk menelan makanan?

  Pelatihan pemberian makan secara profesional umumnya dilakukan dari aspek-aspek berikut: 1. Posisi makan: biarkan pasien mengambil posisi terlentang dengan batang tubuh tertekuk pada 30°, kepala membungkuk ke depan, dengan bahu di sisi hemiplegia diganjal bantal dan kepala dimiringkan ke arah sisi yang sehat.  2. Bentuk makanan: pilih berdasarkan prinsip mudah sebelum sulit. Makanan yang mudah ditelan ditandai dengan kepadatan yang seragam, viskositas yang sesuai, tidak mudah mengendur, tidak mudah berubah bentuk dan tidak mudah tertinggal di selaput lendir, seperti bubur sayuran, jeli, puding telur, dll., dengan tetap mempertimbangkan warna, aroma, rasa, dan suhu makanan.  3. Ukuran gigitan: Jumlah makanan yang paling tepat untuk setiap gigitan yang akan ditelan adalah sekitar 20 ml untuk orang normal, tetapi pasien dengan gangguan menelan harus mencoba terlebih dahulu dalam jumlah kecil 3-4 ml dan kemudian meningkatkannya sesuai kebutuhan.  4 . Mengatur kecepatan: Instruksikan pasien untuk menelan, mengunyah, dan menelan dengan kecepatan yang sama.  5. Pelatihan menghilangkan sisa makanan yang tertelan meliputi pelatihan menelan, pelatihan beberapa kali menelan, pelatihan menelan seperti mengangguk, dan pelatihan menelan lateral.  6 . Pemilihan alat makan: Permukaan sendok harus kecil dan tidak mudah menempel pada makanan, dan gagangnya harus tebal dan panjangnya sesuai.  7. Pelatihan komprehensif: termasuk pelatihan kekuatan otot, pelatihan mengeluarkan dahak, pelatihan fungsi anggota tubuh bagian atas, pemilihan dan penggunaan alat bantu, persiapan makanan, dan pemeliharaan kebersihan mulut sebelum dan sesudah makan.