Obstruksi laring adalah penyakit yang disebabkan oleh lesi pada laring dan jaringan tubuh di sekitarnya, yang biasanya bermanifestasi sebagai kesulitan bernapas. Obstruksi laring biasanya disebabkan oleh peradangan akut pada laring, atau karena cedera traumatik dan adanya tumor atau benda asing, atau jika pasien memiliki kelainan bawaan atau stenosis parut. Pasien dengan obstruksi laring biasanya menderita sesak napas, suara laring saat bernapas, kekurangan oksigen di wajah, denyut nadi cepat dan mudah tersinggung. Gejala obstruksi laring harus segera ditangani jika pasien berusia lanjut dan lemah, karena toleransi yang buruk dapat dengan mudah menyebabkan gangguan pernapasan dan asfiksia. Jika terjadi obstruksi laring, benda asing di saluran napas harus segera dikeluarkan. Jika terjadi kesulitan bernapas, trakeotomi harus segera dilakukan untuk meningkatkan pernapasan, dan posisi semi-telentang atau posisi datar dianjurkan. Timbulnya obstruksi laring harus segera ditangani dengan memantau secara ketat perubahan pernapasan, membuat akses intravena yang cepat ke pasien dan menjaga jalan napas tetap terbuka.