Bayi yang mengangkat kepalanya saat lahir biasanya dikaitkan dengan tonus otot yang tinggi. Bayi dengan cerebral palsy biasanya lebih terlambat dalam perkembangan motoriknya dan tidak dapat melakukan gerakan yang dapat dilakukan oleh bayi normal pada usia yang sama, seperti tidak dapat mengangkat kepala, tertawa, duduk atau menggenggam sesuatu. Jadi, apa alasan bayi mengangkat kepala mereka saat lahir? Secara umum, bayi yang baru lahir tidak bisa mengangkat kepalanya saat lahir, karena kepalanya relatif besar, tetapi otot kepala dan tulang belakangnya masih belum cukup kuat. Bayi-bayi ini juga menunjukkan tanda-tanda lebih mudah terprovokasi, kaget oleh suara-suara, menangis terus-menerus, sulit tidur, kaku, kesulitan memasukkan lengan mereka ke lengan baju saat berpakaian dan kesulitan merentangkan kaki mereka saat mengganti popok. Tonus otot yang tinggi pada bayi biasanya dikaitkan dengan cedera intrakranial dan masalah perkembangan otak, serta memerlukan deteksi dini, intervensi dan pengobatan. Intervensi dan pengobatan dini adalah efektif dan cepat, dan dapat menyebabkan kesembuhan total tanpa mempengaruhi gerakan dan pertumbuhan bayi setelahnya. Jika tidak, hal ini dapat menyebabkan pertumbuhan otot yang buruk dan kondisi berjalan yang cacat, atau dalam kasus yang parah, dapat menyebabkan cerebral palsy dan epilepsi.