Tidak ada penyebab spesifik untuk pembentukan polip di perut. Saat ini diperkirakan terkait dengan faktor genetik, stimulasi tembakau dan alkohol jangka panjang, gastritis kronis, dan infeksi Helicobacter pylori. Pasien perlu pergi ke rumah sakit tepat waktu untuk menentukan penyebab penyakit dan mengobati penyebabnya. Penyebab umum 1, faktor genetik: polip lambung memiliki faktor genetik tertentu, orang tua menderita polip lambung, kemungkinan anak turun temurun lebih tinggi dari yang lain; 2, stimulasi tembakau dan alkohol: tembakau dan alkohol mengandung sejumlah besar zat berbahaya, tidak hanya akan mempengaruhi peredaran darah pada dinding lambung, sedangkan alkohol dalam etanol juga akan mempengaruhi mukosa lambung, menyebabkan iritasi pada dinding lambung, sehingga kemungkinan menderita polip lambung meningkat; 3, infeksi H. pylori: H. pylori Ketika lambung terinfeksi oleh Helicobacter pylori, maka akan mempengaruhi lingkungan lambung, dan metabolit yang dilepaskan juga akan menyebabkan iritasi pada mukosa dinding lambung, polip lambung yang mudah diinduksi; 4, gastritis kronis: pasien gastritis kronis dengan kongesti mukosa lambung jangka panjang, fenomena edema, yang menyebabkan invasi jaringan epitel sel dinding lambung, rentan terhadap hiperplasia polip inflamasi. Pengobatan polip lambung biasanya dilakukan di bawah gastroskopi dan pengobatan tidak signifikan untuk polip. Pasien dapat memutuskan apakah polip perlu dihilangkan di bawah pengawasan medis, tergantung pada ukuran, sifat dan tingkat pertumbuhannya. Tindakan pencegahan Pasien harus memastikan istirahat di tempat tidur selama 24 jam setelah perawatan bedah polip lambung, dan setelah 8-24 jam makan makanan cair hangat, seperti sup nasi kental, susu, dll. Jika tidak ada nyeri perut atau kembung, diet semi-cair, seperti mie atau bubur, bisa dimakan.