Dalam dua bulan terakhir, kami telah menerima dua pasien dengan eritrositopenia berulang yang telah diperiksa di bagian hematologi dan diberikan aspirasi sumsum tulang, yang tidak menunjukkan adanya sel anisositik. Pemeriksaan CT dada kemudian dilakukan dan ditemukan hiperplasia timus dan mereka dirujuk ke Departemen Bedah Toraks. Setelah beberapa kali transfusi sel darah merah, dilakukan thymectomy thoracoscopic. Pasien pulih dengan baik setelah operasi dan tidak menunjukkan pengurangan sel darah merah. Kesimpulannya:Timoma sering dikaitkan dengan penyakit lain, yang sebagian besar terkait dengan autoimun, misalnya dengan miastenia gravis, anemia aplastik sel darah merah sederhana, defisiensi imunoglobulin, dll. Oleh karena itu, operasi pengangkatan timoma merupakan pengobatan yang efektif untuk penyakit itu sendiri dan penyakit yang menyertainya.