Kanker pada ujung lidah

  Kanker di ujung lidah Kanker saat ini merupakan musuh terbesar kesehatan manusia, merenggut nyawa sekitar enam juta orang di seluruh dunia setiap tahun. Untuk memerangi kanker, penting untuk mematuhi prinsip “pencegahan terlebih dahulu”. Program “China di Ujung Lidah” telah menunjukkan kepada bangsa ini bahwa makanan tidak hanya dapat membawa kesehatan tetapi juga rasa kesejahteraan. Tetapi, pola makan yang tidak sehat dapat menyebabkan perkembangan tumor.  Ketahui “risiko kanker” Anda Baru-baru ini, ada banyak desas-desus tentang bagan “kanker di lidah”, yang dibuat oleh American Institute for Cancer Research setelah menggabungkan lebih dari 7.000 penelitian, berdasarkan kekuatan bukti dari berbagai penelitian dan korelasi antara makanan tertentu, gaya hidup dan risiko kanker. Bagan ini dibuat oleh American Institute for Cancer Research (AICR) berdasarkan kekuatan bukti dari lebih dari 7.000 penelitian dan korelasi antara makanan tertentu, gaya hidup dan risiko kanker. Dengan meningkatkan makanan dan gaya hidup yang mengurangi risiko dan menghindari makanan dan gaya hidup yang meningkatkan risiko dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat mengurangi kemungkinan terkena kanker.  Jangan ‘makan’ jalan keluar dari kanker Karena pola makan dapat menyebabkan kanker, bagaimana Anda bisa makan dengan benar untuk meminimalkan risiko kanker? World Cancer Research Fund (WCRF) telah memberikan 10 rekomendasi ilmiah untuk mencegah kanker melalui diet.  1. Rasionalisasikan diet Anda: Diet yang mengandung proporsi yang wajar dari makanan nabati, seperti sayuran, buah-buahan, sereal dan kacang-kacangan, harus membentuk setidaknya 2/3 dari diet harian Anda.  2. Makan lebih banyak sayuran dan buah-buahan: Anda harus makan 400 sampai 800 gram buah dan sayuran setiap hari. Sayuran berdaun hijau, wortel, kentang dan buah jeruk memiliki efek anti-kanker yang paling kuat. Anda harus makan lebih dari lima jenis buah dan sayuran setiap hari dan terus mengonsumsinya sepanjang tahun untuk mendapatkan efek pencegahan kanker yang berkelanjutan.  3. Pastikan asupan biji-bijian dan kacang-kacangan: makan 600 hingga 800 gram berbagai biji-bijian, kacang-kacangan, dan akar-akaran nabati setiap hari, semakin sedikit makanan yang diproses, semakin baik. Kurangi makan gula rafinasi.  4. Jangan mempromosikan konsumsi alkohol: pria tidak boleh minum lebih dari 200g alkohol sehari dan wanita tidak boleh minum lebih dari 100g sehari. 5. Kurangi makan daging merah: Anda tidak boleh makan lebih dari 90g daging merah (yaitu daging sapi, domba dan babi) sehari, dan lebih baik makan ikan dan unggas daripada daging merah.  6. Kurangi makan lemak hewani dan makanan yang diawetkan: Makanan berlemak tinggi harus dimakan secukupnya, pilihlah minyak nabati yang sesuai dan moderat jumlahnya, dan konsumsi kurang dari 6g (sekitar satu sendok teh) garam per hari.  7. Jangan makan makanan yang terkontaminasi racun dan dibakar: Jangan makan makanan yang telah disimpan pada suhu kamar terlalu lama dan mungkin terkontaminasi racun jamur, ikan dan daging yang dipanggang langsung di atas api atau daging yang diawetkan, dan daging asap hanya boleh dimakan sesekali.  8, tindakan pencegahan makan: cobalah untuk makan lebih sedikit makanan yang digoreng, kasar, keras, terlalu panas, terlalu merangsang, jangan makan terlalu keras, terlalu cepat, hindari makan berlebihan.

English Deutsch Français Español Português 日本語 Bahasa Indonesia Русский