Trombositemia sekunder terutama disebabkan oleh gejala-gejala seperti radang usus buntu, radang amandel, fungsi tiroid yang tidak normal, dan anemia; kedua, trombositemia sekunder juga terkait dengan fenomena fisiologis. 1. Infeksi seperti radang amandel dan radang usus buntu menyebabkan peningkatan jumlah trombosit yang reaktif, yang menyebabkan trombositosis sekunder. 2. Fungsi tiroid yang tidak normal, anemia dan penyakit lainnya akan menyebabkan gangguan pembentukan trombosit, yang selanjutnya akan menyebabkan trombositemia sekunder. 3. Fenomena fisiologis: setelah makan dan berolahraga, trombosit dalam tubuh akan meningkat sementara, yang merupakan trombositemia sekunder, tetapi akan kembali normal setelah beberapa waktu. Selain itu, untuk trombositemia sekunder, perlu ke rumah sakit untuk perawatan tepat waktu agar tidak menyebabkan pembekuan darah; kedua, perhatikan pola makan yang sehat, kehidupan yang teratur dan bekerja dan istirahat. Diagnosis dan perawatan khusus harus dilakukan di bawah bimbingan dokter.