Hasil tonometri non-kontak klinis dipengaruhi oleh ketebalan kornea, yang biasanya berkisar antara 530-550 um. Kornea yang tipis akan menghasilkan pengukuran TIO yang rendah, sedangkan kornea yang tebal akan menghasilkan pengukuran TIO yang tinggi. Ketebalan kornea tidak diperlukan untuk pengukuran TIO pada pemeriksaan rawat jalan umum, tetapi harus diukur pada pasien yang dicurigai menderita glaukoma yang perlu didiagnosis, atau pada pasien dengan glaukoma terdiagnosis yang memerlukan TIO target untuk pengobatan. Beberapa rumah sakit sekarang secara otomatis mengoreksi ketebalan kornea saat mengukur TIO dengan tonometer non-kontak.