Tekanan intraokular dan glaukoma

Definisi tekanan intraokular: TIO adalah tekanan isi mata yang bekerja pada dinding bagian dalam mata. TIO normal: 1. Dari perspektif klinis, definisi TIO normal adalah kisaran tekanan intraokular yang tidak menyebabkan kerusakan pada saraf optik. Nilai rata-rata TIO pada orang normal adalah 16 mmHg (1 mmHg = 0,133 kPa) dengan deviasi standar 3 mmHg. 2. Dari konsep statistik, TIO normal didefinisikan sebagai 10 hingga 21 mmHg, tetapi pada praktiknya, TIO pada orang normal tidak terdistribusi secara normal. Oleh karena itu, TIO >21 mmHg tidak dapat dianggap sebagai nilai patologis. 2. TIO normal tidak hanya tercermin dari nilai absolut TIO, tetapi juga dari kesimetrisan kedua mata dan kestabilan tekanan diurnal. Pada orang normal, perbedaan TIO antara kedua mata secara umum tidak boleh> 5mmHg, dan kisaran fluktuasi TIO dalam 24 jam tidak boleh> 8mmHg. Hipertensi dan glaukoma TIO normal: TIO tinggi tidak selalu merupakan glaukoma, dan TIO normal tidak dapat mengecualikan glaukoma. 1. TIO hipertensi: Beberapa pasien memiliki TIO yang melebihi batas atas normalitas statistik, tetapi tidak mengalami kerusakan saraf optik atau kerusakan lapang pandang dalam jangka panjang. 2. TIO normal glaukoma: Beberapa pasien memiliki TIO dalam kisaran normal, tetapi mengalami atrofi saraf optik dan kerusakan lapang pandang yang khas glaukomatosa. Selain itu, ada juga beberapa pasien yang mengalami atrofi saraf optik dan cacat lapang pandang, bahkan setelah TIO terkontrol, yang menunjukkan bahwa ada faktor lain selain TIO yang terlibat dalam perkembangan glaukoma. Ras, usia, miopia, dan riwayat keluarga, serta kondisi apa pun yang dapat menyebabkan suplai darah yang tidak memadai ke saraf optik, seperti penyakit kardiovaskular, diabetes mellitus, dan reologi darah yang tidak normal, juga dapat menjadi faktor risiko glaukoma. Patologi glaukoma eksperimental dan sekunder menegaskan bahwa peningkatan tekanan intraokular merupakan faktor penting yang menyebabkan kerusakan pada saraf optik dan lapang pandang. Semakin tinggi TIO dan semakin lama durasi TIO tinggi, semakin besar risiko menyebabkan kerusakan saraf optik. Selain itu, TIO masih merupakan faktor risiko yang paling pasti dan dapat dikontrol untuk penanganan glaukoma, dan fakta bahwa perkembangan kerusakan saraf optik melambat pada sebagian besar pasien glaukoma setelah kontrol TIO juga menegaskan bahaya TIO yang tinggi. Oleh karena itu, pengenalan TIO normal dan patologis penting untuk diagnosis dan pengobatan glaukoma.