Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa sekitar 1/3 populasi dunia pernah menderita nyeri punggung bawah pada suatu waktu, dan banyak dokter lebih suka mengaitkannya dengan “spondilosis lumbal” atau “regangan lumbal” agar dapat diterima, meskipun mungkin juga disebabkan oleh trauma, Meskipun nyeri juga dapat disebabkan oleh trauma, peradangan, tumor, dan faktor patologis lainnya, penyebab umum nyeri punggung bawah pada kebanyakan orang mungkin tidak rumit. Mengacu pada majalah “Health” AS, kita mungkin dapat memahami lebih banyak penyebab nyeri punggung bawah sehari-hari, berbagi bersama, jauh dari nyeri punggung bawah itu. Pertama, kursi kantor terlalu nyaman, duduk dalam waktu lama Sekalipun kursi kantor itu mahal, dan kemudian mekanik ergonomis, duduk dengan nyaman, tetapi juga karena cedera punggung yang tidak banyak bergerak. Penelitian telah menemukan bahwa menetap tidak hanya akan mengurangi aliran darah diskus, dan tekanan pada tulang belakang daripada berdiri atau berjalan 30% lebih tinggi. Saran: 1, di depan meja kerja, Anda harus sering melakukan latihan peregangan, setiap 1 jam sekali bangun dan berjalan-jalan. 2, saat mengetik atau membaca, pastikan untuk menjaga kepala tetap tegak (jangan menyimpang). 3 . Hindari postur duduk membungkuk. 4, punggung 135 derajat postur duduk dapat secara efektif mengurangi tekanan diskus intervertebralis. Kedua, memakai sepatu yang salah, seperti sepatu hak tinggi dan sandal jepit Berjalan normal biasanya tumit pertama di tanah, memakai sepatu hak tinggi berjalan adalah jari kaki pertama di tanah, yang akan sangat meningkatkan lutut, pinggul, dan tekanan punggung. Mengenakan sepatu hak tinggi juga mengubah keseimbangan tubuh, menyebabkan ketidakseimbangan kekuatan pada tulang belakang, sehingga punggung melengkung dan meningkatkan tekanan pada persendian. Ketidakstabilan ini dapat memperparah rasa sakit dari kedua lutut hingga punggung, sehingga meningkatkan risiko cedera. Mengenakan sandal jepit terlalu lama juga cenderung menyebabkan ketidakstabilan kaki, yang pada gilirannya dapat menyebabkan nyeri punggung bawah. Saran: Jangan memakai sepatu hak tinggi atau sandal jepit dalam jangka waktu yang lama. Tinggi tumit sepatu hak tinggi sebaiknya tidak lebih dari 3 inci (sekitar 7,6 cm). Ketiga, terlalu banyak bergantung pada ponsel pintar atau komputer tablet Terlalu lama menunduk bungkuk kepala rendah untuk memainkan perangkat seluler seperti ponsel atau komputer tablet akan menyebabkan peregangan berlebihan pada otot leher dan punggung, yang mempengaruhi tulang belakang lumbar, meningkatkan risiko nyeri punggung bawah. Saran: saat menggunakan ponsel atau komputer, perhatikan untuk sering istirahat, mata terbaik datar, jangan menunduk. Keempat, kelebihan berat badan atau obesitas Baik itu obesitas atau kehamilan akan menyebabkan panggul miring ke depan, alasannya adalah bahwa tubuh membutuhkan perubahan ini untuk menjaga keseimbangan, tetapi ini pada saat yang sama akan membuat tekanan pada punggung bawah meningkat, kemungkinan nyeri punggung bawah meningkat. Saran: Lakukan latihan kontraksi perut beberapa kali sehari untuk menstimulasi kelompok otot inti dan mengurangi tekanan diskus. Studi Tufts University menemukan bahwa dengan mengonsumsi setidaknya 3 porsi makanan gandum utuh setiap hari, lemak perut dapat berkurang hingga 10%. Kelima, bra tidak sesuai dengan payudara wanita yang lebih kecil, dibandingkan dengan dada yang lebih montok, punggung bawah wanita yang lebih montok menahan lebih banyak gravitasi, lebih mungkin menyebabkan nyeri otot punggung dan nyeri. Bra yang tepat dapat meminimalkan tekanan pada payudara, dan tidak memakai atau memakai bra yang tidak tepat akan menyebabkan peningkatan nyeri otot punggung. Saran: Pilihlah bra yang ukurannya pas dan nyaman dipakai. Rompi berpotongan bahu atau cup fungsional dapat membantu meringankan tekanan dan nyeri pada bahu dan punggung. Keenam, terlalu banyak tekanan psikologis Ketegangan emosional dan stres, otot punggung juga akan sangat tegang, yang akan menyebabkan seluruh tubuh, termasuk otot punggung, kaku. Ketegangan emosional jangka panjang akan membuat otot-otot ini tidak bisa rileks, tingkat kortisol tubuh meningkat, peradangan yang dipicu oleh nyeri punggung dan nyeri umum akan terjadi. Saran: Olahraga aerobik intensitas rendah seperti berjalan kaki, serta meditasi, mendengarkan musik, mandi air panas, dan lain-lain dapat membantu mengurangi stres dan menenangkan ketegangan.