Program pemeriksaan kehamilan untuk ibu yang lebih tua

Ilmu kedokteran biasanya menyebut wanita primigravida yang berusia di atas 35 tahun sebagai ibu hamil lanjut, dan program pemeriksaan selama kehamilan secara keseluruhan sedikit berbeda dengan ibu hamil pada umumnya. Program pemeriksaan selama kehamilan untuk ibu hamil lanjut meliputi pemeriksaan darah rutin, biokimia darah, fungsi tiroid, tes NT, pemantauan toleransi glukosa, tes DNA dan amniosentesis non-invasif, pemantauan jantung janin, dan pengukuran panggul, dll. Pemeriksaan khusus: 1. Pemeriksaan rutin: meliputi pemeriksaan darah rutin, glukosa darah puasa, fungsi hati dan ginjal, lipid, tekanan darah, urin rutin, dll, lipid, fungsi tiroid, tekanan darah, urin rutin, dll.; 2. Tes NT: dilakukan pada usia kehamilan 11-13+6 minggu, dapat digunakan untuk memeriksa ketebalan lapisan tembus pandang janin secara ultrasonografi dan menilai apakah janin menderita Sindrom Down; 3. Tes toleransi glukosa: umumnya dilakukan pada usia kehamilan 24-28 minggu, digunakan untuk menyaring diabetes mellitus gestasional; 4. Tes DNA non-invasif dan amniosentesis: umumnya ibu hamil akan disarankan untuk melakukan amniosentesis atau tes DNA non-invasif, yang merupakan cara yang paling umum untuk mengukur detak jantung dan panggul janin. 5. Deteksi kelainan: Pemeriksaan USG prenatal pada usia kehamilan 20-24 minggu dapat mendeteksi kelainan struktural yang serius pada janin, seperti anensefali, spina bifida terbuka yang parah, jantung bilik tunggal, dan lain-lain; 6. Pemantauan jantung janin: Ibu dengan usia kehamilan yang sudah lanjut harus memperhatikan gerakan janin bayi saat mendekati tanggal persalinan yang diharapkan, dan pemeriksaan jantung janin setiap minggunya diperlukan; 7. Pengukuran panggul: pengukuran panggul dibagi menjadi pengukuran eksternal dan internal. Pengukuran panggul dibagi menjadi pengukuran eksternal dan internal, terutama mengukur ukuran saluran masuk dan keluar panggul ibu hamil, yang digunakan untuk menilai cara persalinan yang tepat. Karena karakteristik khusus wanita lanjut usia, program pemeriksaan kehamilan harus disempurnakan secara ketat selama kehamilan, dan jumlah pemeriksaan dapat ditingkatkan sesuai dengan situasi tertentu, untuk memastikan perkembangan janin.