Gangguan pendengaran hantu ditandai dengan mendengar suara-suara yang tidak dapat didengar oleh orang lain, dan diklasifikasikan sebagai verbal atau non-verbal tergantung pada isi pendengaran, dan sebagai hantu nyata atau semu tergantung pada sumber suara-suara yang dijelaskan oleh pasien. Gejala khasnya adalah pasien sering melaporkan mendengar suara-suara dari udara. Suara-suara yang didengar bisa bersifat verbal, seperti percakapan di mana pasien terlibat, atau percakapan di mana pasien mendengar orang lain sebagai pengamat. Halusinasi verbal dapat terdiri dari beberapa kata, satu kalimat atau kalimat, jika ucapan tersebut merupakan komentar terhadap perilaku atau kata-kata pasien, maka disebut halusinasi komentar, atau jika ucapan tersebut merupakan perintah untuk melakukan sesuatu, maka disebut halusinasi perintah. Suara yang didengar juga bisa berupa suara dan bayangan non-verbal yang monoton dan berulang-ulang, seperti suara mesin yang menderu dan kicauan burung, yang sebagian besar terjadi berulang kali. Karena isi halusinasi sebagian besar tidak menguntungkan bagi pasien, suasana hati pasien sering tertekan, tidak bahagia atau berdialog dengan halusinasi, atau berbicara pada dirinya sendiri, atau dalam kasus yang parah, perilaku impulsif atau berbahaya, dengan konsekuensi yang merugikan.