Cara merawat mata anak dari usia 0-6 tahun

Oftalmologi, perawatan kesehatan mata untuk anak usia 0-6 tahun – Refraksi pada anak Pada usia berapa sebaiknya seorang anak mulai menjalani pemeriksaan penglihatan dan berapakah ketajaman penglihatan normal seorang anak? Pemeriksaan ketajaman penglihatan dapat dilakukan sejak lahir, tetapi pemeriksaan ketajaman penglihatan grafik penglihatan huruf E yang normal biasanya harus menunggu hingga anak memiliki kemampuan kognitif dan ekspresif yang memadai, hingga saat itu metode pemeriksaan ketajaman penglihatan bayi seperti grafik penglihatan bergambar, penglihatan selektif, dan potensi visual yang ditimbulkan dapat digunakan. Ketajaman penglihatan grafik penglihatan huruf E biasanya dapat diperiksa pada usia 3 tahun. Pemeriksaan oftalmologis harus dilakukan sedini mungkin setelah lahir jika: (1) anak lahir prematur; (2) terdapat riwayat keluarga dengan strabismus, ambliopia, kelainan refraksi yang tinggi, dan lain-lain; (3) terdapat kelainan pada penampilan atau tampilan visual mata, dan lain-lain. Perkembangan penglihatan anak, seperti halnya perkembangan organ-organ tubuh lainnya, merupakan proses penyempurnaan secara bertahap. Seiring dengan perkembangan tubuh dan mata yang terus-menerus dirangsang oleh cahaya eksternal, penglihatan berkembang pesat dan pada usia sekitar 5 tahun, penglihatan anak pada dasarnya mendekati penglihatan orang dewasa, yaitu mencapai 1,0. Namun, bukan berarti penglihatan 1,0 tidak normal. Penelitian telah menunjukkan bahwa batas bawah ketajaman penglihatan normal untuk anak usia 3 tahun adalah 0,5, 0,6 untuk anak usia 4 sampai 5 tahun, 0,7 untuk anak usia 6 sampai 7 tahun, dan 0,8 untuk anak usia 7 tahun atau lebih. Namun, jika ada perbedaan 2 garis atau lebih pada ketajaman penglihatan terkoreksi terbaik pada kedua mata, maka mata yang lebih buruk harus dianggap sebagai mata yang mengalami ambliopia dan harus ditangani dengan serius. Apa yang perlu diperhatikan oleh anak-anak saat menonton TV? (1) Jarak antara mata dan TV tidak boleh terlalu dekat, biasanya lebih dari 3 meter; (2) Tidak disarankan menonton TV dalam waktu lama, dan mata harus diistirahatkan selama 10 menit setiap setengah jam; tidak lebih dari 3 jam sehari; (3) Perhatikan postur tubuh saat menonton TV, jangan berbaring di tempat tidur atau sofa atau menonton TV dengan memiringkan kepala; (4) Nyalakan lampu dan jangan menonton TV dalam keadaan gelap gulita; (5) Hindari (6) Jika anak memiliki kelainan refraksi, ia harus disarankan untuk memakai kacamata saat menonton televisi. Jika anak suka memiringkan kepala atau menyipitkan mata saat menonton televisi, orang tua harus waspada terhadap kemungkinan anak memiliki masalah refraksi dan harus datang ke rumah sakit untuk pemeriksaan. Apa saja penyakit mata yang memengaruhi penglihatan anak? Penyakit mata yang paling umum yang memengaruhi penglihatan anak adalah kelainan refraksi: miopi, hipermetropi, dan astigmatisme, diikuti oleh ambliopi, ptosis, nistagmus, katarak kongenital, glaukoma kongenital, retinitis pigmentosa, dan retinoblastoma. Apakah normal jika anak berusia 3 hingga 5 tahun mengalami hipermetropia? Bayi baru lahir memiliki mata yang kecil dengan diameter anterior dan posterior yang pendek. Kondisi refraksi yang normal adalah hiperopia ringan, yang berangsur-angsur berkurang seiring bertambahnya usia, yang berarti bahwa normal bagi anak usia 3-5 tahun untuk memiliki hiperopia ringan tanpa terdeteksi penyakit lain.