Gerakan janin mengacu pada gerakan janin di dalam rahim yang menendang, menggapai, dan aktivitas lain yang berdampak pada dinding rahim. Jumlah gerakan janin tidak ditentukan secara pasti, selama gerakan tersebut teratur dan berirama, maka gerakan tersebut dianggap normal. Biasanya, seorang wanita hamil dapat merasakan dengan jelas aktivitas janin di dalam perutnya saat ia berusia sekitar 16-20 minggu. Gerakan janin di dalam perut ibu hamil merupakan indikator penting apakah janin berkembang dengan sehat di dalam tubuh ibu. Gerakan janin sekitar 3-5 kali per jam, dan jumlah gerakan janin sekitar 30-40 kali dalam 12 jam. Dalam beberapa kasus, jumlah gerakan mencapai 100 kali dalam 12 jam. Selama gerakan janin teratur dan berirama, dan tidak ada perubahan lain, itu normal. Tidak ada aturan berapa banyak gerakan yang normal. Namun, jika janin bergerak kurang dari 3 kali per jam, kita harus waspada terhadap kemungkinan hipoksia, dan kita harus memantau jumlah gerakan dengan cermat. Postur tubuh ibu hamil, emosinya, serta cahaya terang, suara yang kuat, dan sentuhan pada perut, semuanya dapat menyebabkan perubahan pada gerakan janin. Mendeteksi gerakan janin sendiri adalah cara termudah dan paling langsung bagi seorang wanita hamil untuk mengetahui apakah janin di dalam rahimnya berkembang dengan sehat. Oleh karena itu, setelah gerakan janin pertama selama kehamilan, Anda harus memperhatikan gerakan janin dengan seksama, dan jika ada kelainan, Anda juga harus mendeteksinya tepat waktu dan mencari bantuan medis.