Seperti apa nyeri payudara itu?

Nyeri payudara adalah gejala penyakit payudara yang paling umum, dan lebih dari 50% pasien yang mengunjungi dokter spesialis payudara melakukannya karena nyeri payudara. Ada banyak penyebab nyeri payudara dan sulit untuk membedakan berbagai penyebab nyeri payudara dalam praktik klinis. Oleh karena itu, nyeri payudara adalah sekelompok kondisi yang ditandai dengan rasa sakit pada salah satu atau kedua jaringan payudara, dengan patogenesis yang berbeda dan hasil pengobatan yang berbeda. Bergantung pada hubungan antara timbulnya nyeri payudara dan siklus menstruasi, nyeri payudara secara umum dapat dibagi menjadi dua kategori, dengan sekitar 2/3 pasien mengalami nyeri payudara siklus dan 1/3 mengalami nyeri payudara non-siklus. Nyeri payudara periodik terjadi pada wanita muda dan paruh baya berusia antara 20 dan 40 tahun dan dapat disebabkan oleh peningkatan kadar estrogen atau hipersensitivitas jaringan payudara terhadap estrogen, dan dapat bermanifestasi sebagai rasa sakit atau berat yang menyebar di kedua payudara, menjalar ke ketiak atau lengan atas, atau hanya pada salah satu payudara. Gejala cenderung memburuk 3-14 hari sebelum menstruasi dan dapat sembuh sampai batas tertentu dengan dimulainya menstruasi. Secara umum, rasa nyeri lebih parah pada kuadran luar atas payudara daripada di area lain, dan sebagian besar pasien mengalami resolusi nyeri payudara yang lengkap setelah menopause. Nyeri payudara ringan dapat terjadi pada sejumlah besar wanita pada periode pramenstruasi dan merupakan fenomena fisiologis normal yang tidak memerlukan pengobatan. Namun, jika rasa sakitnya lebih parah, pengobatan harus dipertimbangkan. Ada dua jenis pengobatan yang biasa digunakan: ramuan Cina dan hormon. Dalam pengobatan Tiongkok, nyeri payudara pramenstruasi dikaitkan dengan stagnasi hati dan cedera limpa, stagnasi darah dan stagnasi qi, dan pengobatan sebagian besar didasarkan pada prinsip-prinsip mengeringkan hati dan qi, mengaktifkan sirkulasi darah dan menyebarkan dahak. Sebagian besar pasien dapat meredakan nyeri payudara setelah mengonsumsi obat-obatan ini, tetapi membutuhkan waktu yang lama untuk mengonsumsinya. Obat-obatan hormonal Obat-obatan utamanya adalah Tamoxifen, Danazol dan Bromocriptine. Tamoxifen (triamcinolone) sangat efektif dalam meredakan nyeri payudara dan bekerja dengan cepat, tetapi obat-obatan hormonal memiliki potensi efek samping seperti gangguan endokrin, gangguan menstruasi, dan bahkan meningkatkan insiden kanker endometrium, sehingga harus digunakan dengan hati-hati. Penyebab nyeri payudara non-siklus tidak jelas dan lebih sulit untuk diobati. Pengobatan saat ini terutama adalah obat antiinflamasi dan analgesik non-steroid seperti fenbendazole dan loxoprofen. Kesimpulannya, pasien dengan nyeri payudara harus segera memeriksakan diri ke rumah sakit, pertama-tama untuk menyingkirkan tumor ganas atau penyakit lain pada payudara. Selain itu, memilih bra yang tepat, makan makanan yang sehat, tidur nyenyak dan memiliki pikiran yang tenang juga bermanfaat untuk meredakan nyeri payudara secara alami.