Gejala awal anoreksia nervosa pada anak perempuan meliputi dua tingkatan: perilaku dan psiko-spiritual. Pada tingkat perilaku pertama, pasien ditandai dengan pembatasan makan, yang dimanifestasikan dengan pembatasan ketat jumlah dan jenis makanan yang dimakan setiap kali makan, jadi awalnya asupan makanan pokok dapat dikurangi, asupan berbagai daging dan telur dikontrol secara ketat, perhatian yang berlebihan diberikan pada kandungan lemak makanan, kalori, kandungan gula dan sebagainya, dan makanan dengan kandungan lemak tinggi dianggap sebagai makanan yang tidak sehat. Tingkat perilaku kedua adalah olahraga yang berlebihan, yang dimanifestasikan dalam bentuk kurang olahraga. Aspek perilaku kedua adalah olahraga berlebihan, yang ditandai dengan paksaan untuk melakukan berbagai aktivitas untuk membakar kalori dan menurunkan berat badan, termasuk aktivitas fisik yang berlebihan, pekerjaan rumah tangga, dan bahkan penolakan untuk duduk atau berbaring sambil sering berdiri atau berjalan. Ini adalah gejala inti dari fase awal anoreksia nervosa, yang ditandai dengan pengejaran ketipisan tanpa henti, ketakutan yang tidak wajar akan obesitas dan penolakan yang menakutkan untuk mempertahankan berat badan normal.