Sebagai bagian penting dari tubuh wanita, serviks juga merupakan organ yang lebih rentan terhadap penyakit, sehingga skrining serviks sangat penting. Sejauh ini, jenis skrining serviks yang utama adalah sitologi, tes hpv, dan kolposkopi. Sitologi adalah deteksi sel kanker dengan TCT atau Pap smear, dengan TCT biasanya lebih akurat. Tes hpv mendeteksi keberadaan virus hpv, virus yang dapat menyebabkan kanker serviks dan ditularkan terutama melalui hubungan seksual. Kolposkopi menentukan kondisi serviks secara morfologis dan histologis serta meningkatkan akurasi diagnosis kanker serviks dan lesi prakanker. Kolposkopi merupakan tes pelengkap sitologi, dan kolposkopi harus dilakukan untuk mendapatkan biopsi patologi jika sitologi secara umum dilakukan dan ditemukan sel kanker yang mencurigakan. Keakuratan modalitas skrining serviks saat ini sudah tinggi dan para wanita, terutama wanita yang sudah menikah dan berusia di atas 25 tahun, disarankan untuk melakukan skrining TCT dan HPV serviks setiap tahun.