Penyebab pasti kanker gingiva masih belum jelas, dan ada korelasi tertentu dengan faktor-faktor seperti merokok, minum alkohol, mengunyah sirih, faktor keturunan, infeksi, dan lingkungan. Kanker gingiva adalah sejenis tumor ganas yang terjadi pada sel epitel gusi, dan penyebab spesifiknya masih belum jelas. Merokok adalah salah satu faktor risiko terpenting untuk kanker gingiva, dan risiko kanker gingiva lebih tinggi pada perokok berat daripada non-perokok, dan waktu dan jumlah merokok berbanding lurus dengan risiko terkena penyakit ini, dan risiko terkena kanker gingiva juga lebih tinggi pada pasien yang mengonsumsi alkohol, dan risiko terkena penyakit ini bahkan lebih tinggi pada pasien yang merokok dan minum alkohol pada saat yang bersamaan. Ada juga penelitian yang menemukan bahwa kejadian kanker gusi secara signifikan lebih tinggi di daerah di mana pinang dikunyah dalam jangka waktu yang lama, dan bahwa human papillomavirus (HPV) dan infeksi sifilis spirochete juga dikaitkan dengan risiko kanker gusi yang lebih tinggi. Selain itu, perubahan genetik tertentu, bahan kimia, faktor lingkungan, kebersihan mulut yang buruk, restorasi gigi yang buruk, iritasi tunggul gigi yang tajam, dan kurangnya nutrisi juga dapat meningkatkan risiko kanker gusi dalam berbagai tingkat. Pasien yang memiliki pertanyaan mengenai kanker gusi disarankan untuk mengunjungi departemen stomatologi dan onkologi di rumah sakit umum untuk konsultasi terperinci.