Apakah Anda tahu tentang demam?

Sering kali, saya melihat pertanyaan online seperti, “Saya sudah mengalami demam selama beberapa hari dan cairan, mengapa saya masih demam?” Tidak ada informasi mengenai gejala, tes, atau pengobatan. Seringkali pertanyaan seperti itu membingungkan dokter, yang ingin membantu tetapi tidak memiliki cara untuk melakukannya. Pertama-tama, demam bukanlah penyakit, melainkan manifestasi dari suatu penyakit. Ada banyak sekali penyakit yang menyebabkan demam, yang paling umum adalah infeksi (termasuk berbagai infeksi bakteri, infeksi virus, infeksi mikoplasma, dan lain-lain), diikuti oleh penyakit jaringan ikat (misalnya lupus eritematosus sistemik, artritis rematoid, dan lain-lain), dan neoplasma ganas (misalnya leukemia, mieloma, dan lain-lain), dan seterusnya. Jika dokter ingin mendiagnosis penyebab demam, biasanya dokter perlu melakukan anamnesis secara rinci (termasuk informasi epidemiologi seperti daerah kejadian, musim, usia, pekerjaan, kebiasaan hidup, riwayat bepergian dan kontak dekat dengan orang yang memiliki penyakit yang sama, riwayat pembedahan, riwayat transfusi darah dan produk darah, riwayat trauma, dan riwayat kontak dengan sapi atau kambing, dll., yang kesemuanya itu sangat penting dalam diagnosis, dan terkadang sedikit penemuan dapat memberikan petunjuk diagnostik yang penting), dan perlu dilakukan dengan cermat dan sistematis. Pemeriksaan fisik harus dilakukan dengan hati-hati dan sistematis, dan pemeriksaan tambahan yang sesuai harus dilakukan setelah penilaian umum awal, untuk menemukan bukti untuk klarifikasi lebih lanjut tentang penyebab penyakit. Kedua, demam berbahaya dan bermanfaat bagi tubuh manusia. Fungsi kekebalan tubuh meningkat selama demam, yang kondusif untuk menghilangkan patogen dan penyembuhan penyakit. Oleh karena itu, jika suhu tubuh tidak terlalu tinggi (kurang dari 38,5 derajat) dan tidak ada ketidaknyamanan yang jelas seperti sakit kepala parah dan nyeri umum, Anda dapat menunda penggunaan antipiretik. Setelah penggunaan antipiretik, suhu tubuh dapat dinormalisasi dengan cepat, tetapi jika penyebab penyakit tidak disingkirkan, suhu tubuh akan naik lagi setelah efek obat. Terakhir, untuk penyakit infeksi, dokter akan memberikan obat antibakteri. Obat antibakteri bukanlah antipiretik, dan suhu tubuh tidak dapat langsung menjadi normal setelah pemberian obat. Ini karena antibakteri memerlukan proses, dan suhu hanya dapat dinormalisasi jika penyebab penyakit dihilangkan, sebuah proses yang mungkin memakan waktu 2-3 hari.