Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), disingkat PPOK, disebabkan oleh peradangan saluran napas kronis yang menyebabkan kongesti, oedema, sekresi lendir yang berlebihan oleh sel radang, penyempitan saluran napas, penyumbatan, dan pembatasan aliran udara saat bernapas, yang tidak dapat sepenuhnya dibalik dan semakin memburuk, dan efek samping sistemik seperti osteoporosis, malnutrisi, dan kelelahan. Namun, penyakit ini dapat dicegah dan diobati. Penyebab utama penyakit ini adalah merokok, diikuti oleh polusi lingkungan. Gas dan partikel berbahaya yang terhirup merangsang serangkaian reaksi inflamasi pada saluran napas, menghasilkan faktor inflamasi, radikal bebas, dan mengganggu keseimbangan zat di saluran napas, yang menghasilkan reaksi inflamasi yang tidak dapat dipulihkan pada saluran napas. Berhenti merokok adalah bagian utama dari pencegahan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) disebabkan oleh bronkitis kronik, emfisema obstruktif, dan asma bronkial yang tidak diobati secara tepat waktu dan terus memburuk. Oleh karena itu, pencegahan dan pengobatan yang aktif dan efektif terhadap penyakit-penyakit di atas dapat mengurangi terjadinya PPOK. Bronkitis kronis dan emfisema obstruktif 80% berhubungan dengan merokok, berhenti merokok merupakan faktor penting dalam pencegahan. Peningkatan olahraga untuk meningkatkan kebugaran fisik adalah gaya hidup yang sangat diperlukan untuk pencegahan penyakit. Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) ditandai dengan batuk, dahak, sesak napas yang semakin memburuk, berkurangnya toleransi terhadap aktivitas, dan pada akhirnya menyebabkan gagal napas, penyakit jantung paru kronik, dan ensefalopati paru. Fungsi paru merupakan indikator diagnostik penting dari PPOK: tingkat satu detik kurang dari 70% mengindikasikan PPOK, dan perubahan volume satu detik merupakan penilaian tingkat keparahan: lebih besar dari 80% dianggap ringan; 80%-50% dianggap sedang; 50%-30% dianggap berat; dan kurang dari 30% dianggap sangat berat. Analisis gas darah arteri menentukan jumlah hipoksia dan/atau karbon dioksida dalam darah arteri. Kegagalan pernapasan didiagnosis bila tekanan parsial oksigen arteri kurang dari 60 mmHg dan/atau tekanan parsial karbon dioksida lebih dari 50 mmHg. Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) adalah penyakit yang umum dan sering terjadi, serta menjadi perhatian pasien untuk diagnosis dan pengobatan dini. Perawatan tergantung pada kondisinya. Dianjurkan untuk pergi ke rumah sakit untuk mendapatkan diagnosis dan rencana perawatan.