Displasia uterus, juga dikenal sebagai uterus infantil, adalah suatu kondisi di mana uterus memiliki struktur dan bentuk yang normal, berukuran lebih kecil daripada ukuran normal, dengan dinding uterus anterior atau posterior yang hipoplasia dan fleksi anterior atau posterior yang berlebihan. Leher rahim berbentuk kerucut dan relatif panjang, dengan rasio leher rahim dan tubuh rahim 3:2 atau 1:1 (2:1 untuk wanita usia subur normal). Leher rahim yang panjang menyebabkan rahim tidak dapat menyimpan dan mengangkut air mani dan sperma dengan baik, sehingga tidak memungkinkan sperma untuk masuk dan dibuahi; miometrium hipoplastik tidak kondusif untuk pembuahan, implantasi, dan perkembangan embrio; serta morfologi dan volume rahim yang abnormal dapat dengan mudah menyebabkan keguguran pada awal kehamilan, posisi plasenta yang tidak normal, dan hambatan pertumbuhan janin. Langkah pertama dalam mengidentifikasi penyebab displasia uterus adalah menyingkirkan kelainan perkembangan bawaan seperti kelainan kromosom. Displasia uterus yang parah sering dikaitkan dengan disfungsi endokrin dan penyakit sistemik. Oleh karena itu, tes hormon seks dan pemeriksaan organ lain, seperti kelenjar hipofisis, hipotalamus, ovarium, dan organ lainnya, serta gangguan ovulasi dan kondisi dasar kesuburan, juga diperlukan. Sebagian besar pasien yang telah diidentifikasi menderita “displasia uterus” dapat diobati dengan baik, kecuali beberapa orang yang memiliki kelainan bawaan yang sulit diobati. Metode pengobatan yang paling sering digunakan adalah obat endokrin oral, yang dikenal sebagai “terapi siklus”, yang mengisi kembali kekurangan estrogen dan progesteron untuk merangsang perkembangan rahim. Terapi endokrin bersifat kompleks dan harus diberikan di bawah pengawasan medis. Efektivitas pengobatan sulit untuk dinilai sebelumnya, karena tergantung pada perkembangan bawaan rahim dan efektivitas obat pada rahim. Secara umum, jika rahim membesar secara signifikan setelah pengobatan, volume rongga rahim tidak kurang dari 5 ml, menstruasi normal dan tidak ada kelainan saluran reproduksi lain yang memengaruhi kesuburan, ada harapan untuk hamil.