Pada bulan September 2009, seorang pasien dengan kanker paru-paru datang ke klinik rawat jalan untuk menjalani rawat inap. Kasus pasien ditinjau: pasien telah menjalani kemoterapi dan telah stabil selama beberapa waktu, tetapi sekarang batuk dan mengi semakin memburuk dan pemeriksaan CT menunjukkan bahwa tumornya telah membesar secara signifikan. Pasien berada dalam kondisi yang sangat buruk dan bahkan mengalami kesulitan untuk berjalan, harus berpegangan pada dinding untuk berjalan dan hanya bisa membungkuk ketika duduk. Pada saat itu, kondisi pasien dianalisa: batuk dan sesak napas pasien semakin memburuk dan hasil pemeriksaan CT menunjukkan bahwa tumor di paru-parunya lebih besar dari sebelumnya. Oleh karena itu, rencana pengobatan untuk pasien adalah memulai dengan pengobatan herbal Tiongkok dan dukungan nutrisi intravena, dan kemudian mempertimbangkan kemoterapi jika kesehatan pasien membaik. Pada hari ketiga mengonsumsi obat herbal Tiongkok, kekuatan pasien meningkat secara signifikan. Setelah dua minggu, kondisi fisik pasien membaik secara signifikan dan skor status fisiknya pada dasarnya sesuai dengan persyaratan kemoterapi. Setelah dua putaran kemoterapi, pasien ditinjau kembali pada awal November dan hasil CT menunjukkan bahwa tumor pasien telah menyusut secara signifikan dan telah mencapai remisi parsial. Hal ini diikuti dengan 1 putaran kemoterapi dan pasien sekarang sedang menunggu putaran kemoterapi ke-4. Rencana pengobatan dasarnya adalah menghentikan pengobatan Barat dan beralih ke rejimen pengobatan Tiongkok murni setelah keempat putaran kemoterapi selesai. Kesimpulan: Pasien ini adalah contoh kasus kombinasi pengobatan Tiongkok dan Barat yang berhasil, yang sangat representatif. Pada tingkat pengobatan medis saat ini, TCM dan pengobatan Barat memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. TCM sangat baik dalam pengkondisian secara keseluruhan, tetapi kurang efektif dalam membunuh tumor. Pengobatan Barat lebih efektif dalam membunuh tumor, tetapi lebih menuntut sistem manusia dan merusak konstitusi manusia. Oleh karena itu, pengobatan Tiongkok dan pengobatan Barat harus dikombinasikan untuk mencapai hasil yang baik.