Rapor kolonoskopi menentukan ada atau tidaknya tumor terutama melalui deskripsi endoskopi dan diagnosis endoskopi. Rapor kolonoskopi biasanya terdiri dari dua bagian, yaitu diagnosis endoskopi dan deskripsi endoskopi. Jika diagnosis endoskopi menunjukkan adanya polip, tumor, dan peradangan, maka perlu dilanjutkan dengan melihat deskripsi endoskopi, dan jika ditemukan adanya peradangan dan erosi, maka perlu dilihat lokasinya, untuk memudahkan pemeriksaan yang ditargetkan pada pemeriksaan selanjutnya, serta untuk memudahkan fokus pengamatan pemeriksaan. Jika ditemukan tumor, lokasi juga perlu dilihat terlebih dahulu, diikuti dengan ukuran tumor dan kedalaman infiltrasi tumor. Jika ditemukan polip, perlu juga dilihat deskripsi lokasi spesifik polip, serta ukuran dan bentuknya. Secara keseluruhan, rapor kolonoskopi dapat menentukan ada atau tidaknya tumor melalui diagnosis endoskopi dan deskripsi endoskopi.