Sering pusing pada anak-anak belum tentu disebabkan oleh leukemia, tetapi juga bisa disebabkan oleh berbagai penyebab lainnya. Leukemia disebabkan oleh disfungsi sel darah putih, yang mengakibatkan penurunan daya tahan tubuh terhadap infeksi, anemia dan pendarahan pada kulit dan selaput lendir. Pusing yang sering terjadi pada anak-anak bisa disebabkan oleh anemia, jadi tes darah rutin harus dilakukan di rumah sakit untuk melihat apakah hemoglobinnya normal. Jika gejalanya adalah anemia, mereka dapat diobati dengan diet yang kaya akan daging, telur, ikan dan bayam untuk kasus yang lebih ringan. Spondilosis servikal dan suplai darah yang tidak memadai ke arteri basilar juga bisa menyebabkan sering pusing, dan pemeriksaan CT tersedia untuk menentukan penyebabnya. Pada anak-anak yang menderita ensefalitis virus, gejala-gejala seperti pusing, sakit kepala, demam tinggi, mual, mengantuk dan kejang-kejang juga dapat terjadi. Selain itu, rinitis, infeksi saluran pernapasan bagian atas, tekanan darah rendah, gula darah rendah dan istirahat yang buruk, semuanya dapat menyebabkan pusing. Dalam kehidupan sehari-hari, anak-anak harus cukup istirahat dan tidur, dan makan makanan yang seimbang untuk memenuhi kebutuhan materi pertumbuhan dan perkembangan.