Rasa sakit yang tak kunjung sembuh bukan lagi “kanker mayat hidup”

Nyeri yang tidak dapat disembuhkan disebut “kanker abadi”, cara mengatasi masalah nyeri menjadi perhatian yang semakin meningkat di komunitas medis. Berikut ini adalah penjelasan tentang beberapa perawatan bedah saraf yang telah menjadi lebih populer baik di dalam maupun di luar negeri dalam beberapa tahun terakhir: I. Perawatan stimulatif 1, stimulasi listrik sumsum tulang belakang (SCS) Indikasi utamanya adalah nyeri neuropatik pada satu sisi anggota tubuh, dan nyeri harus relatif terbatas dan bersifat tetap. Kondisi yang umum terjadi meliputi: nyeri radikuler yang persisten akibat sindrom operasi punggung yang gagal atau nyeri neuropatik yang terkait dengan sindrom nyeri terbatas yang kompleks. Nyeri neuropatik di daerah batang tubuh seperti nyeri postherpetik atau jenis nyeri pasca operasi tertentu setelah operasi jantung terbuka juga efektif untuk SCS. 2 . Perawatan stimulasi listrik intrakranial Termasuk stimulasi otak dalam (DBS) pada talamus, materi abu-abu paraventrikular-para-duktus (PVG-PAG), dan stimulasi listrik korteks motorik. Metode-metode ini terutama digunakan untuk pengobatan nyeri non-kanker, seperti sindrom operasi punggung yang gagal, nyeri neuropatik akibat cedera sistem saraf pusat atau perifer, atau neuralgia trigeminal. 3. Stimulasi korteks motorik (MCS) adalah pengobatan baru yang telah menarik banyak perhatian, terutama digunakan untuk sindrom nyeri neuropatik, dan sangat efektif untuk beberapa nyeri wajah yang sulit disembuhkan, seperti nyeri neuropatik saraf trigeminal. Karena elektroda ditempatkan di epidural dan bukan di intraserebral, maka aman dan efektif dengan sedikit komplikasi. 4 . Infus obat sentral adalah pengobatan yang sangat populer untuk nyeri yang sulit disembuhkan, yang memiliki berbagai macam indikasi, termasuk nyeri yang melukai dan nyeri campuran, dan dapat digunakan untuk mengobati nyeri fokal atau menyebar (misalnya, nyeri akibat metastasis tulang sistemik), serta nyeri aksial atau ekstremitas. Karena nyeri yang mencederai lebih sensitif terhadap opioid, indikasi utama untuk terapi infus obat sentral adalah sindrom nyeri dengan komponen nyeri yang mencederai yang signifikan seperti nyeri kanker. Kedua, Terapi Destruktif Meskipun prevalensi terapi stimulan semakin meningkat, terapi destruktif terus memainkan peran penting dalam manajemen nyeri bedah saraf. Secara relatif, terapi destruktif lebih cocok untuk nyeri yang membahayakan. Penghancuran saraf tulang belakang Dorsal Root Entry Zone (DREZ) adalah pengobatan baru untuk nyeri batang tubuh atau tungkai yang sulit disembuhkan, yang dipromosikan secara luas dalam beberapa tahun terakhir, dan diperkenalkan secara singkat sebagai berikut: Penghancuran saraf tulang belakang Dorsal Root Entry Zone (DREZ) terutama digunakan untuk mengobati nyeri batang tubuh atau tungkai, dan ini sangat efektif untuk nyeri yang terlokalisasi. Ini efektif untuk beberapa nyeri kanker seperti nyeri neuropatik pada tungkai atas akibat Sindrom Pancoast, dan paling efektif untuk nyeri neuropatik akibat kejang akar saraf di daerah serviks atau lumbosakral, dan untuk nyeri tungkai atau “area limbik” akibat cedera sumsum tulang belakang. Singkatnya, nyeri yang sulit diatasi bukan lagi masalah yang tidak dapat diatasi, dan ahli bedah saraf fungsional telah mampu mengatasi “kanker yang tidak mau mati” ini. Kami berharap pasien dengan nyeri yang tidak dapat diatasi yang merasa bingung dapat segera mendapatkan pengobatan setelah membaca pengantar di atas, memulihkan kepercayaan diri dalam hidup dan merangkul hari esok yang lebih baik.