Pada usia berapa anak mulai berbicara?

Perkembangan bahasa bayi dan balita memiliki pola tertentu, umumnya 5-6 bulan setelah lahir, mata mereka akan menatap ke suatu tempat, dan suara pertama yang mereka keluarkan adalah tangisan, usia 6-9 bulan, mereka akan mengucapkan “mengoceh”, usia 9-12 bulan, mereka dapat mengucapkan kata-kata sederhana seperti “mumi”, usia 1-1,5 tahun, mereka dapat mengucapkan kata-kata yang rumit seperti “makan”, usia 1,5-2 tahun, beberapa pelafalannya tidak standar, tetapi mereka dapat membuat kalimat sederhana. Pada usia 9-12 bulan, anak-anak dapat mengucapkan kata-kata sederhana seperti “mumi”, pada usia 1-1,5 tahun, anak-anak dapat mengucapkan kata-kata yang kompleks seperti “makan”, dan pada usia 1,5-2 tahun, beberapa suara mereka tidak standar, tetapi mereka dapat membuat kalimat sederhana. Meskipun terdapat perbedaan individual dalam perkembangan bahasa, jika bayi Anda masih belum dapat berbicara setelah usia 2 tahun, atau tidak memiliki bahasa yang komunikatif, Anda disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk pemeriksaan tepat waktu dan intervensi aktif. Pertama, pengaruh faktor keterlambatan perkembangan bahasa Keterlambatan perkembangan bahasa mengacu pada berbagai alasan yang disebabkan oleh kemampuan anak untuk mengekspresikan diri secara lisan atau pemahaman bahasa, secara signifikan di belakang usia dan jenis kelamin yang sama dengan tingkat perkembangan anak normal. Hal ini terkait dengan berbagai faktor, faktor utama yang mempengaruhi adalah sebagai berikut: 1, pendidikan: terlalu memanjakan, seperti bayi ingin makan apel, dengan jari tangan orang tua segera mengambil alih; 2, lingkungan bahasa: komunikasi campuran atau tidak ada komunikasi; 3, penyakit bawaan: gangguan pendengaran, penyakit organ penyusun suara; 4, kelainan psikologis: autisme, mutisme selektif, dan sebagainya. Kedua, kinerja keterlambatan perkembangan bahasa, keterlambatan perkembangan umum pada anak-anak akan muncul kinerja abnormal tertentu, terutama dibagi menjadi ucapan dan tindakan, kinerja spesifiknya adalah sebagai berikut: 1, kinerja ucapan: tiba di usia bicara masih belum dapat mengekspresikan, atau kemampuan aplikasi bahasa lebih rendah daripada anak-anak seusianya; 2, kinerja tindakan: sering disertai dengan mulut terbuka, menjulurkan lidah, air liur, menggemeretakkan gigi, mata ganda, dan sering muncul ekspresi atau tindakan yang tidak disadari. Pemeriksaan keterlambatan bahasa Keterlambatan bahasa tidak hanya dapat diidentifikasi berdasarkan gejala-gejala di atas, tetapi juga dapat didiagnosis dengan jelas melalui pemeriksaan berikut ini: 1, pemeriksaan pendengaran: Anda dapat pergi ke bagian THT untuk pemeriksaan yang berhubungan dengan pendengaran, untuk memperjelas apakah ada gangguan pendengaran dan penyakit lainnya; 2, pemeriksaan otak: termasuk CT scan tengkorak atau MRI, elektroensefalogram, elektro-audiometri batang otak, dan pemeriksaan lainnya, untuk memperjelas apakah ada lesi otak organik, yang mempengaruhi pusat pendengaran atau pusat bahasa, yang mengakibatkan keterlambatan perkembangan bahasa. pusat bicara, yang mengakibatkan keterlambatan perkembangan bicara. Pengobatan keterlambatan bahasa Keterlambatan bahasa tidak hanya akan mempengaruhi perkembangan kognitif anak, tetapi juga mempengaruhi perkembangan emosi, kepribadian dan hubungan interpersonal anak, bahkan dapat menyebabkan kelainan psikologis, sehingga perlu ditangani secara aktif, dan cara penanganannya adalah sebagai berikut: 1, pengobatan umum: melatih pemahaman bahasa, memori pendengaran, dan kemampuan persepsi pendengaran anak, serta mendorong anak untuk meniru secara positif; 2, pengobatan penyebab: bagi mereka yang mengalami gangguan perilaku psikologis, perlu dilakukan penanganan terhadap perkembangan bicara dan bahasa anak. Bagi mereka yang memiliki gangguan perilaku psikologis, terapi perilaku harus digunakan untuk memperbaikinya, disertai dengan psikoterapi yang mendukung. Bagi mereka yang mengalami gangguan perhatian, stimulan pusat dapat diberikan untuk meningkatkan perhatian.