Penanganan nyeri testis melibatkan penggunaan obat yang berbeda, tergantung pada penyebab nyeri. Penyebab umum nyeri testis meliputi orkitis, epididimitis, varikokel, kista epididimis, dan trauma testis. Orkitis dan epididimitis memiliki gejala klinis yang serupa dan dapat diklasifikasikan sebagai akut dan kronis. Pada tahap akut, selain rasa sakit pada skrotum, juga disertai kemerahan dan pembengkakan pada kulit skrotum, dan dapat disertai gejala sistemik seperti demam, menggigil, dll. Perlu diobati dengan antibiotik yang sensitif untuk pengobatan simtomatik, dan obat yang umum digunakan termasuk sefalosporin atau kuinolon. Varises dapat menyebabkan pembengkakan dan nyeri pada skrotum bila sering terjadi dorongan seksual atau tingkat varises yang lebih serius, pada tahap awal dapat diatasi dengan mengonsumsi Mazolin secara oral, selain itu dapat diobati dengan memperbaiki gaya hidup seperti memakai pakaian dalam dengan penyangga skrotum, dan lain-lain. Kista epididimis biasanya tidak memiliki gejala pada tahap awal, tetapi pada kasus yang lebih besar, kista ini dapat menyebabkan gejala tekanan dan ketidaknyamanan atau nyeri pada testis. Nyeri testis yang disebabkan oleh trauma skrotum merupakan keadaan darurat dan perlu segera ditangani. Singkatnya, pengobatan untuk nyeri testis tergantung pada penyebab nyeri, nyeri yang disebabkan oleh epididimitis atau orkitis dapat pulih setelah pengobatan antibiotik, dan pengobatan konservatif untuk varikokel dapat efektif pada tahap awal.