Bagaimana menjadi eugenik

Ini adalah waktu yang tepat, dan saat sepasang kekasih muda mendiskusikan rencana mereka untuk memiliki ‘bayi naga’ pada Hari Valentine, 14 Februari, kita mungkin juga berbicara tentang eugenika. Ketika berbicara tentang eugenika, para calon ibu muda sering bertanya, “Apa yang harus kami perhatikan dalam pola makan kami saat kami mempersiapkan diri untuk hamil?” Aturan umumnya adalah: makanlah makanan yang “segar” yang “sesuai musimnya” dan hindari rangsangan alkohol dan tembakau. Seiring dengan meningkatnya standar hidup kita, dalam hal nutrisi, kita cenderung tidak terlalu mengkhawatirkan kekurangan nutrisi dan lebih mengkhawatirkan apakah kita mengonsumsi makanan yang seimbang, tetapi terlalu banyak nutrisi tertentu juga merupakan bentuk kekurangan gizi. Tidak memilih-milih makanan dan mengonsumsi berbagai jenis makanan akan memastikan asupan nutrisi yang seimbang. Sebagai contoh, sebagian besar wanita muda sekarang menyadari pentingnya asam folat dalam pencegahan kelainan tabung saraf, tetapi yang mungkin tidak mereka sadari adalah bahwa berbagai macam makanan seperti sereal, buah segar, sayuran, telur, dan jeroan hewan kaya akan asam folat, dan bahwa diet seimbang adalah yang diperlukan untuk mendapatkan asam folat yang cukup. Kita sekarang dapat makan berbagai buah dan sayuran di luar musimnya, tetapi jika Anda berencana untuk memiliki bayi, disarankan untuk memilih buah dan sayuran yang sedang musimnya. Hal ini karena buah dan sayuran di luar musim sering kali memerlukan berbagai tindakan untuk mendorong pertumbuhan, termasuk aplikasi pupuk, hormon tanaman dan teknik lainnya, yang efeknya pada perkembangan embrio awal tidak diketahui. Beberapa buah dan sayuran dipasarkan di luar musimnya setelah disimpan dalam waktu yang lama, dan proses penyimpanannya mungkin juga melibatkan beberapa bahan kimia yang digunakan untuk menjaga kesegarannya, yang juga harus diwaspadai. Orang Tionghoa memiliki kebiasaan makan makanan yang diasinkan dan diasap, tetapi pasangan muda yang sedang mempersiapkan kelahiran harus menghindarinya dan mencoba makan makanan segar. Makanan acar sering kali kaya akan nitrit, dan asupan yang berlebihan tidak hanya memengaruhi kapasitas pembawa oksigen dalam darah, tetapi juga bersifat teratogenik dan karsinogenik. Rokok mengandung nikotin, yang dapat memengaruhi sekresi hormon seks, membunuh sperma, mengurangi fungsi seksual pria, memengaruhi perkembangan sel germinal dan embrio, serta menyebabkan cacat pada janin. Alkohol secara langsung mempengaruhi kualitas sperma dan sel telur, dan juga dapat menyebabkan janin cacat dengan mempengaruhi penyerapan asam folat. Pada zaman kuno, Tao Yuanming, yang merupakan seorang peminum berat, melahirkan lima anak laki-laki, yang semuanya mengalami keterbelakangan mental, akhirnya Tao Yuanming tidak punya pilihan selain menulis puisi: “…… Meskipun ada lima anak laki-laki, mereka selalu buruk dengan kertas dan pensil. Yang pertama adalah puisi yang ditulis oleh Tao Yuanming: “Meskipun ada lima anak laki-laki, mereka tidak pandai menggunakan kertas dan pensil. Hal pertama yang ingin saya lakukan adalah memastikan bahwa saya memiliki gagasan yang baik tentang apa yang saya lakukan. Saya tidak yakin apakah saya bisa melakukannya. Perkembangan sperma pada pria membutuhkan waktu sekitar 90 hari dari produksi hingga matang, sedangkan tahap akhir perkembangan dan pematangan folikel pada wanita membutuhkan waktu sekitar 85 hari. Oleh karena itu, yang terbaik bagi calon orang tua adalah berhenti merokok dan minum-minuman keras 3 bulan sebelum hamil, serta hindari paparan asap rokok. Selain menjaga pola makan, pasangan muda mungkin juga perlu melakukan beberapa penyesuaian gaya hidup untuk mendapatkan bayi yang sehat dan cerdas. Yang pertama adalah berolahraga secukupnya, hilangkan stres dan pertahankan kondisi pikiran yang rileks. Masyarakat modern, terutama mereka yang tinggal di kota, sering kali berada dalam kondisi kurang sehat karena kurang berolahraga, persaingan yang ketat, dan stres. Dampak kesehatan yang buruk terhadap kesuburan tidak diragukan lagi sama pentingnya dengan dampak faktor psikologis terhadap kesuburan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa stres yang berlebihan, yang menyebabkan depresi emosional dan bahkan depresi, dapat menghambat kesuburan, terutama pada wanita. Agar berada dalam kondisi pikiran yang baik untuk bayi Anda, sangat penting untuk mendapatkan tidur yang cukup, aktif secara fisik, dan mengurangi stres secukupnya. Langkah selanjutnya adalah mulai menyadari keamanan lingkungan Anda. Misalnya, hindari berada di tempat yang ramai untuk menghindari tertularnya mikroorganisme penyebab penyakit; cobalah untuk memelihara hewan peliharaan seperti kucing dan anjing di rumah teman dan kerabat sebelum hamil; hindari kontak dengan berbagai bahan kimia seperti insektisida dan pelarut yang mudah menguap, dan konsultasikan dengan dokter Anda jika Anda perlu Hindari kontak dengan bahan kimia seperti insektisida dan pelarut yang mudah menguap, dan konsultasikan dengan dokter Anda jika Anda perlu minum obat untuk mengetahui apakah obat tersebut berpengaruh pada kehamilan Anda; hindari dan lindungi diri Anda di lingkungan di mana Anda mungkin terpapar radiasi. Selain menjaga pola makan, olahraga, dan kesehatan psikologis Anda, Anda juga dapat pergi ke rumah sakit untuk pemeriksaan pra-konsepsi jika perlu. Pemeriksaan pra-konsepsi dapat membantu memahami kondisi fisik kedua pasangan, sehingga masalah dapat diidentifikasi dan diatasi tepat waktu, dan tubuh dapat disesuaikan dengan kondisi terbaik untuk mengandung anak berikutnya.